oleh

14 Juni Mendatang,Nasdem Umumkan Balon Bupati Pada Pilkda Serentak.

RadarNTT.com,Ruteng-Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) segera mengumumkan secara serentak Bakal Calon(Balon) bupati yang siap bertarung pada Pilkada Desember 2015 mendatang.

Penentuan tanggal mengumumkan Balon bupati merupakan bagian dari komitmen partai,sehingga tanggal 14 Juni mendatang menjadi momen politik penentuan jagoan dari partai yang berprinsip bebas biaya bagi setiap balon bupati,demikian kata Koordinator Wilayah(Korwil)NTT Partai Nasdem Jhony Plate,Jumat 5/6.

Menurut Plate,tanggal 14 merupakan kesepakan partai untuk mengumumkan balon bupati secara serempak,sehingga data dari semua Balon yang diusung walau masih dalam tahap proses karena ada langkah-langkah lain yang perlu dilakukan internal partai.

Langkah-langkah tersebut,dirinya menjelaskan bahwa sejauh ini masih dilakukan survei oleh empat lembaga survei yang kredibel,yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan tiga lembaga survei lainya,sehingga dari langkah tersebut pihaknya akan mengumumkan kandidat siapa yang pantas menjadi petarung pada pilkada serentak mendatang.

Dirinya mengakui bahwa selama ini pihaknya sudah banyak mendapatkan data dari lembaga survei lokal,akan tetapi perlu juga dilakukan survei dari lembaga nasional yang kredibel.Lanjutnya, Keempat lembaga survei nasional tersebut dibiayai oleh Partai Nasdem dan bukan dipungut dari kandididat ,pasalnya prinsip Partai Nasdem adalah bebas biaya bagi bakal calon bupati.

Lebih lanjut,kata Plate,komitmen Partai Nasdem ini mau menunjukan suatu gerakan perubahan kepada seluruh masyarakat Indonesia,dia juga menegaskan apabila dalam pelaksanannya, ada kader yang meminta pungutan biaya kepada kandidat maka sanksinya pemecatan.

Plate menambahkan,hasil survei merupakan bagian dari pertimbangan untuk menentukan bakal calon yang diusung oleh Partai Nasdem,namun hal yang utama dalam keputusan adalah calon bupati yang kompotensinya bagus, kredibilitas,integritas,memiliki pengalaman dari berbagai bidang untuk membangun daerah.

Soal elektabilitas,lanjutnya, pihaknya akan berkomunikasi dengan penegak hukum, Kejaksaan Negri(Kejari) dan Kejaksaan Tinggi(Kejati) untuk minta pendapat dari mereka.

Disinggung soal koalisi Partai Nasdem apakah dipengaruh dengan eskalasi politik nasional,dia menjelaskan bahwa,Partai Nasdem akan bangun koalisi pertimbangan taktis dan bersifat lokal,Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Kualisi Merah Putih (KMP) merupakal koalisi pilpres dan tidak perlu di bawa ke politik lokal.(*kons)

Komentar