oleh

Brimob dan TNI Perbatasan, Bekuk Penyelundup Suku Cadang Mobil  

 RadarNTT.com,TTU-Gara-gara rupiah dan dollar,nasib dua pemuda asal Atambua,Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)kini harus berurusan dengan pihak keamanan,pasalnya kedua pemuda tersebut berperan menjadi pelaku penyelundupan spare part atau suku cadang mobil ke negara tetangga Timor Leste.

Niat untuk mendapat dollar dan rupiah dengan cara yang haram,kini tinggal hayalan belaka,pasalnya kedua pemuda tersebut dibekuk Aparat Brimob dan TNI satuaan penjaga perbatasan, Rabu (19/08/2015)tepatnya di Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain spare part mobil, TNI juga menyita mata uang dollar sebanyak 10 lembar pecahan 10 dollar dan uang rupiah pecahan 50 ribu senilai 400 ribu rupiah. Modus yang digunakan dua pemuda tersebut memanfaatkan situasi lenga pada jalur tikus.

Rupanya penangkapan dan tindakan terhadap pelaku penyelundupan  barang dari Indonesia ke Timor Leste melalui jalur tikus tidak ada efek jerah terhadap pelaku,malah berlangsung biasa saja, Seperti yang dilakukan oleh Defrit Amos Tanau dan Agustinus Seran Lalu,warga asal Belu yang saat ini barang bawaan mereka diamankan dipolres TTU.

Keduanya ditangkap anggota Satgas Pamtas RI-RDTL lantaran membawa barang mencurigakan melalui jalan tikus menggunakan sebuah mobil Pick Up warna hitam berplat H 1816 UE.

Dari tangan dua pelaku ini, aparat TNI dan Brimob penjaga perbatasan menyita delapan buah ban luar dump truk merk Good Year, delapan buah ban dalam mobil, empat buah lidah ban, dua buah pompa gemuk, per shock satu buah, AS baut satu buah, pipa elpiji satu buah, oli power staring satu dos. Beserta dua buah handphone, uang asing 30 Dollar, uang pecahan 50 ribu sejumlah Rp 3,4 juta.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 744 SYB, Letkol Inf Yudi Gumilar, kepada wartawan, mengatakan, sesuai hasil interogasi sebelumnya, dua pemuda ini mengaku baru pertama kali melakukan upaya penyelundupan barang melalui jalur tikus, Kamis 20/08

“Saat ditangkap mereka mengaku baru pertama kali melakukan penyelundupan barang dan modus yang mereka gunakan adalah memanfaatkan situasi legang melalui jalur tikus,” tandas sosok nomor satu di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL ini.

Diwaktu yang bersamaan, Kasatreskrim Polres TTU, Hadi Handoko mengatakan, pihak kepolisian masih akan berkoordinasi lagi dengan pihak Bea Cukai NTT untuk mendatangkan penyidik. Pasalnya, pihak kepolisian tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh terkait kasus ini.

“Kita masih akan koordinasi dengan pihak Bea Cukai karena kita tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh terkait kasus ini,”katanya.

Untuk diketahui saat ini barang-barang sitaan dari kedua pelaku penyelundupan tersebut diamankan di kantor Polres TTU sebagai barang bukti sambil menunggu hasil koordinasi pihak kepolisian dengan penyidik dari kantor Bea Cukai NTT.  (*tim/r1)

Komentar