oleh

Bupati Sumba Barat Huni Hotel Gratis

-Daerah, Hukrim, News-1.776 views

RadarNTT.com,Kupang-Bupati Sumba Barat (Sumbar) Jubilate Pieter Pandango,setelah dua kali gagal ditan oleh Kejati NTT,kini harus menikmati dinginnya malam di balik jeruji di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kupang, Senin (18/5) setelah dinyatakan sembuh oleh dokter ahli Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang.

Pandango ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Waikabubak Kabupaten Sumbar,lantaran tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 158 unit sepeda motor tahun 2012 lalu senilai Rp 3, 2 milyar.

Kajati NTT, John W Purba, SH, MH yang ditemui diruang kerjanya, Senin (18/5) mengatakan, tersangka ditahan di Rutan Klas II B Kupang, setelah menjalani pemeriksaan terlebih dahulu di RSB Kupang oleh dokter ahli di RSB Kupang.

Sebelumnya, kata Purba, tersangka tidak ditahan oleh Kejari Waikabubak. Pasalnya tersangka mengalami gangguan kesehatan seperti gula darah. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih jauh lagi, tersangka dinyatakan sembuh oleh tim dokter sehingga tersangka langsung dibawah ke Rutan Klas II B Kupang untuk menjalani masa tahanannya sebagai tersangka.

“Bupati Sumba Barat (Sumbar) sudah kami tahan hari ini (kemarin, Red). Tersangka ditahan karena sudah dinyatakan sembuh oleh dokter ahli dari Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang, “ kata Purba.

Dijelaskan Purba, selama ini tersangka terus melakukan check up di RSB Kupang bukan dirawat. Namun setelah dilakukan check up lagi, dokter nyatakan tersangka telah sehat sehingga harus dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Diuraikan Purba, tim penyidik Kejati NTT mendatangi RSB Kupang sekitar pukul 09.30 Wita untuk dilakukan pengecekan kesehatan terhadap kesehatan tersangka. Setelah dinyatakan sehat, tersangka dibawah ke Rutan Klas II B Kupang pukul 10.00 Wita. Setibanya di Rutan Klas II B Kupang, tersangka secara resmi ditahan di Rutan Klas II B Kupang pukul 12.00 Wita.

Mengenai status tersangka sebagai tahanan kota, lanjut Purba, Kejati NTT mencabut itu. Pasalnya kini tersangka telah ditahan di Rutan Klas II B Kupang. Tahanan Kota terhadap tersangka hanya berlaku beberapa hari saja dan kini berstatus sebagai tahanan Rutan Klas II B Kupang.

Tersangka ketika digiring menuju Rutan Klas II B Kupang, dikawal secara ketat oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT yakni Kundrat Mantolas, Max Makola yang dipimpin oleh Kasi Penuntutan Robert Jimmy Lambila. (*tim)

Komentar