oleh

Dagangan Dianggkut Satpol PP,PKL Kecewa Berat

-Daerah, Hukrim, News-1.060 views

Radarntt.com,Kupang-Para pedagang Kali Lima(PKL)yang mangkal diseputaran jalan protocol El Tari Kupang mengaku kecewa dengan tindakan Satuan Polisi Pamong Praja(satpol PP) Kota Kupang yang dinilai tidak konsisten dengan keputusan yang diambil bersama di Kantor Satpol PP Kota Kupang pekan lalu. Pasalnya para pedagang mengaku belum mendapatkan pemberitahuan dari pemerintah kelurahan mereka masing-masing terkait kewajiban pemindahan jualan mereka ke Jalan Polisi Militer.

“Kesepakatan kami dengan dewan (Komisi II DPRD Kota Kupang) itu adalah pemerintah harus siapkan tempat bagi kami yang layak. Namun setelah kembali, kami dapat surat dari Pol PP untuk rapat lagi dengan Pol PP, yang kemudian meminta kami untuk menunggu informasi lebih lanjut dari kelurahan. Kami belum dapat informasi dari kelurahan, sekarang sudah dating bongkat, jadi kami bingung,” jelas pedagang kelapa muda Baltasar Muki. Senin,11/5

Baltasar mengaku dirinya sudah mempersiapkan meja jualannya di Jalan Polisi Militer, tepatnya depan Kantor Kejaksaan Tinggi. Namun menurut mereka, tempat tersebut kurang strategis dan juga berbahaya, karena mereka diminta untuk membuat meja jualan diatas drainase yang ada. Padahal ada tembok drainase yang sudah pecah dan hampir patah, sehingga dapat mengakibatkan bencana bagi para pedagang jika musim penghujan tiba.

“Ada orang tua yang juga jualan kelapa muda. Bagaimana kalau nanti tembok drainase itu roboh, bisa buat orang celaka,” jelasnya.

Baltasar juga meminta kepada pemerintah Kota Kupang, melalui Satpol PP untuk tidak hanya memindahkan penjual kelapa muda di Jalan El Tari, melainkan juga di sejumlah jalan yang ada, seperti di Jalan Suprapto dan Jalan Palapa. Pasalnya jika tidak, menurutnya mereka akan kehilangan pembeli, karena pembeli akan memilih ke Jalan Palapa yang lebih dekat, sedangkan di Jalan Polisi Militer belum diketahui.

“Kami minta Pol PP adil dalam menertibkan. Kalau di Jalan Palapa tidak ditertibkan, kami punya pasti tidak laku, karena pembeli tidak tahu. Jadi kalau kami tidak laku, kami mau kasih makan istri-anak dan biaya anak sekolah pakai apa,” tanyanya.(*tim)

Komentar