oleh

Dolar Nendes Rupiah, IRT  Ini Nekat “Jual”  ABG 15 Tahun

RadarNTT.com,Kupang-Rupannya salah satu dampak dolar nendes rupiah,membuat orang jadi nekat. Uang segala-galanya,terkadang melakukan apa saja untuk mendapatkan uang,bahkan kegadisanpun jadi taruhannya.Ini agak unik,seorang Ibu Rumah Tangga(IRT)Angelina Lulu (20) warga Osmok, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur(NTT) nekad menjual seorang Anak Baru Gede (ABG)berusia 15 tahun,demi mendapatkan uang untuk penuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebut saja bunga (samaran),Anggelina Lulu,perlakukan bunga sama seperti barang atau benda yang memiliki tarif harga standar tertentu untuk memuaskan nafsu birahi pria berhidung belang didaerah itu,dengan nominal Rp.300-500 ribu sekali berhubungan badan.

Modus yang dipakai Angelina,yakni memperkenalkan bunga ke salah seorang pemuda berinisial, DT (17), yang saat ini masih duduk di bangku sekolah.

Sementara uang hasil menjual tubuh bunga ini dibagi rata oleh Angelina Lulu,modus ini cukup unik,namun merusak masa depan bunga yang note bene masih usia belia,hingga keperawanannya direnggut lantaran rupiah.

Upaya mempertemukan bunga dan DT ini pun berhasil. Bahkan bunga terhitung sudah melayani tiga orang pria di Kota Kupang.

Alsi yang dilakoni bunga berlangsung sejak awal September lalu,dirinya telah melayani tiga pria di kota Kupang,sayangnya pekerjaan haram dan tak manusiawi tersebut tidak bertahan lama,merasa berdosa ataukan takut hingga saat dirinya hendak melayani pria keempat,bunga menolak bahkan berhasil melarikan diri dari cengraman pria berhidung belang serta Anggelina Lulu sebagai remot konrolnya.

Bungapun melaporkan hal ini keMapolres Kupang Kota pada 20 September lalu.Atas laporan tersebut, Angelina dibekuk di kediamannya di Osmok pada 21 September lalu dan langsung ditahanan Mapolres Kupang Kota.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan SIK yang dikonfirmasi,melalui Kanit Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto, SIK, Jumat (2/10/2015) mengaku, setelah menerima laporan bunga,dan pihaknya langsung mengamakan Angelina di kediamannya di Osmok.

“Setelah mendapatkan laporan, anggota kami langsung menangkap Angelina Lulu di kediamannya di Osmok,” kata Didik.

Menurut Didik, saat ini status Angelina sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 2, ayat (2) undang- undang nomor 21/ 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).Tersangka Angelina juga diancam pidana penjara minimal lima tahun atau paling lama seumur hidup.

Adapun kronologis peristiwa tersebut, kisah Didik, bermula dari perkenalan bunga dan DT yang difasilitasi Angelina. Selanjutnya, bunga diminta tinggal menetap di rumah DT karena memang DT sendirian di rumah tersebut.

Angelina, lanjut Didik, kemudian mencari pasaran pria hidung belang lainnya untuk dilayani bunga. Sementara mengenai tugas DT, kata Didik, hanya mengantarkan bunga ke pria hidung belang sesuai perintah Angelina.

Kasus ini akhirnya bermuara ke polisi, ungkap Didik, setelah bunga menolak untuk melayani tamu keempatnya.Ketika dipaksa, bunga berhasil meloloskan diri kemudian melapor ke Polres Kupang Kota. Saat ini pihaknya sementara melakukan pemberkasan terhadap bunga dan dalam waktu dekat, berkas akan segera dikirim ke Kejari Kupang untuk diteliti.

Angelia Lulu, nekad menjadi ‘Mami’ karena tidak punya pekerjaan,dirinya memegang uang setelah  menjual bunga. (*rdl)

Komentar