oleh

Empat Kali Mangkir Panggilan Jaksa,Kepala Bappeda Belu Akan Jemput Paksa

-Daerah, Hukrim, News-1.298 views

RadarNTT.com,Kuapng- Kepala Dinas Bappeda Kabupaten Belu Valens Pareira,telah empat  kali mangkir  panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU)Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Belu Tahun 2012 dengan sasaran 6.880 unit rumah senilai Rp 44.880.000.000.

Kajati NTT, John W. Purba, SH, MH kepada wartawan, mengatakan Valens Pareira akan dijemput paksa oleh JPU Kejari Atambua,pasalnya yang bersangkutan dianggap telah melawan Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, Jumat (25/9)

Menurut Purba, dengan tidak hadirnya Valens sebanyak empat kali di Pengadilan Tipikor Kupang, maka dirinya tidak dapat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 senilai Rp 44.880.000.000 di Kabupaten Belu.

Kasus dugaan korupsi tersebut kini sudah disidangkan sebanyak empat kali di Pengadilan Tipikor Kupang. “Kami akan jemput paksa Valens,dan saya perintahkan JPU Kejari Atambua untuk jemput saksi. Kalau tidak hadir untuk berikan keterangan maka sudah dianggap menghambat proses hukum para terdakwa, “ katanya.

Ditempat terpisa,Jamser Simanjuntak, SH, MH selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus itu mengatakan dirinya telah perintahkan JPU Kejari Atambua untuk hadirkan saksi pada sidang berikutnya.

Menurut Simanjuntak, JPU Kejari Atambua memiliki kewenangan menghadirkan saksi dalam persidangan untuk memberikan keterangan. Itu adalah kewajiban dari JPU serta hak dari JPU Kejari Atambua untuk menghadirkan saksi.

“Saya sudah perintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Atambua untuk hadirkan saksi pada sidang berikutnya. Saksi wajib dihadirkan oleh JPU, karena itu kewajiban dari JPU, “ tegas Simanjuntak.

Ditegaskan Simanjuntak, JPU wajib menghadirkan saksi yakni Valnes Pareira sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Kupang untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi BSPS tahun 2012 senilai Rp 44.880.000.000 dengan sasaran  6.880 unit rumah,kini telah sampai pada tahap pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam kasus itu Fransiskus Gregorius Silvester dan mantan Kabid Perumahan Dinas PU Kabupaten Belu Yustinus Berek (YB) sebagai tersangka. (*rdl)

Komentar