oleh

Kapolres Manggarai :Rakyatnya Cerdas,Pemilukada Aman

-Daerah, News-868 views

RadarNTT.com,Ruteng,-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Manggarai menjadi momen yang melibatkan seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih,terlepas dari hak sebagai pemilih,keamanan serta kenyamanan dalam proses Pilkada merupakan harapan seluruh rakyat,dengan demikian kecerdasan politik serta kecerdasan emosional harus menjadi hal utama sehingga seluruh proses pilkada berjalan sesuai undang undang yang berlaku. demikian penegasan Kapolres Manggarai Muhamad Isac saat memberikan penyuluhan tentang Undang Undang Pilkada,Jumat 18/04

Menurut Isac,jika pemilu aman maka rakyatnya harus cerdas dalam dalam berpolitik serta cerdas dalam menempatkan emosional,sehingga setiap orang dapat mengharagai proses demokrasi yang sementara berjalan, dengan demikian outputnya tidak tercipta hal-hal yang bersifat anarkis yang akan mengganggu proses berjalannya Pilkada.

“Kita harus belajar dari beberapa negara yang menjalankan proses demokrasi dengan baik,seperti Jerman,Jepang dan beberapa negara lainya,mereka menjalankan demokrasi dengan baik karena rakyatnya cerdas,”ungkapnya.

Apibila rakyat cerdas, kata Isac,maka ini merupakan ciri masyarakat modern yang selalu menghargai demokrasi,oleh karena itu kecerdasan harus melekat pada setiap pribadi warga masyarakat yang memberikan kontribusi suara dalam pemilu.

Ia menambahkan,kemanan sangat mahal,tidak murah tetapi lebih mahal apabila terjadi anarkis yang berdampak pada kerugian material dan hal-hal lainya sehingga yang menjadi sasaran adalah masyarakat

“Setiap kita harus tanamkan polisi dalam diri sehingga mampu mengamankan diri sendiri tanpa melibatkankan orang lain untuk mengamankanya karena pengamanan secara aman dan baik merupakan bentuk elegansi negara demokrasi,”jelasnya.

Lebih lanjut,sambungnya,pada prinsipnya,kepolisian resort manggarai siap mengamankan Pilkada Desember mendatang dan pihaknya sudah menyiapkan personel kepolisian 315 orang
Sementara 405 personel lainya merupakan gabungan Brimob dan TNI

“Sejauh ini kami sudah melakukan prediksi rawan kasus dan cara mangatasinya
Sambungnya kasus-kasus yang terjadi pada beberapa momen misalkan tahap penentuan nomor urut,tahap pendistribusian logistik,tahap kampanye dan tahapan masa tenang,”katanya.

Selain itu ia juga mengatakan,tahap pemungutan dan penghitungan suara di TPS,rekapitulasi tingkat PPK maupun KPUD,tahap penyampaian pengaduan ke MK serta tahap pelantikan serta sumpah janji,pihaknya sudah siap langkah-langkah yang ditempuh apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Langkah-langkah yang ditempuh oleh pihak kepolisian dengan menggunakan metode pre eventif dan preventif serta sasaran pengaman pada kelompok,individu,lokasi dan tempat serta barang.

Tugas yang diembankan pihak kepolisian merupakan amanat undang-undang ,nomor 2 tahun 2004 yang dimana Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)sebagai pelindung,pengayom bagi masyarakat (*chn)

Komentar