oleh

Kasus Korupsi Di Sikka dan Alor Yang Menonjol Tahun 2015

-Alor, Hukrim, News, Sikka-1.182 views

RADAR NTT, Kupang- Kasus korupsi yang paling menonjol di yang ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2015, adalah kasus korupsi dalam proyek lanjutan Pasar Alok kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2006 dan korupsi proyek pengadaan pakaian kerja lapangan (PDL) Linmas kabupaten Alor Tahun Anggaran 2015.

Demikian diungkapkan Kepala Polisi Daerah (Kapolda) NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, saat menyampaikan laporan akhir tahun terkait penanganan sejumlah kasus selama tahun 2015 oleh Polda NTT, di Restauran Suba Suka, Kamis (31/12/2015) di Kupang.

Kapolda menjelaskan, untuk kasus korupsi proyek pembangunan lanjutan pasar Alok Kabupaten Sikka tahun 2006, Polda NTT telah menetapkan tersangka berinisial HS, kepala Badan yang juga bertindak selaku pejabat pembuat komiten (PPK). Selain HS, yang juga ditetapkan tersangka oleh Polda NTT adalah BDC, salah satu kepala dinas.“Potensi kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar Rp 1, 305.671.672 miliar, ” jelas Kapolda.

Selain itu, ungkap Endang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Pakaian Kerja Lapangan (PDL) Linmas Kabupaten Alor, dengan 4 tersangka diantaranya berinisial YMB, Sekertaris Dewan selaku kuasa pengguna anggaran, MRDJ selaku PPK, serta BPB dan MTA selaku kontraktor. Potensi kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 309.018.000,’’ ungkap Endang.

Kapolda mengatakan, secara umum jumlah kerugian keuangan negara untuk kasus korupsi yang disidik oleh Polda NTT dan Polres jajaran sebesar Rp 10.477.888.658,90. “Rinciannya yang ditangani Polda NTT sebesar Rp 2,779.000.147 dan Polres jajaran sebesar Rp 7,668.888.511,90,” kata Kapolda.

Polda NTT dalam tahun 2015 menargetkan penyelesaian tindak pidana korupsi dan jajaran sebanyak 36 perkara sesuai DIPA Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) tahun anggaran 2015. Dan, yang telah berhasil dalam penyelesaian perkara (P 21) sebanyak 30 perkara, atau tingkat penyelesaian 83 persen.“Jumlah tersangka yang sudah selesai (P 21) sebanyak 32 orang,” katanya. (men/rn)

Komentar