oleh

Kasus PDT 43 M,Kejati NTT Lakukan Pelimpahan Tahap Dua

-Daerah, News-899 views

RadarNTT.com,Kupang-Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), akan melakukan pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga Bakalang, Kabupaten Alor, dan Pamakayo, Kabupaten Flores Timur (Flotim), TA. 2014, senilai Rp 43 miliar.

Pelimpahan tahap dua yang akan dilakukan itu yakni dari tangan Jaksa Penyidik Kejati NTT ke tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menyusun dakwaan serta melimpahkan kasus itu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, kepada wartawan, Minggu (6/9) mengatakan, pemeriksaan tambahan dilakukan guna merampungkan penyidikan, dan sesuai rencana tanggal 7 Spetember 2015, tim penyidik akan melakukan pelimpahan tahap dua kasus PDT.

 “Tim penyidik target minggu ini perkara dermaga PDT di P-21. Sehingga hari senin nanti, dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke Kejari Larantuka dan Kejari Kalabahi,” kata Ridwan.

Terhadap lima tersangka baru, kata Ridwan, tim penyidik juga sudah melayangkan surat panggilan. Dirinya berharap panggilan tersebut akan segera dipenuhi, sehingga pemeriksaan sudah bisa dilakukan pada pekan depan. Tersangka kasus ini,sambungnya, masih bisa bertambah. Pasalnya, dalam perkembangan penyidikan, tim penyidik menemukan sejumlah pihak yang dinilai patut ikut bertanggung jawab dalam kasus dimaksud.

“Tersangka bisa bertambah. Sudah ada beberapa pihak yang patut ikut bertanggung jawab. Kita masih dalami lagi peran mereka. Pokoknya kalau cukup bukti, pasti jadi tersangka,” katanya.

Dijelaskan Ridwan, pengembangan penyidikan juga terus dilakukan dengan pemeriksaan saksi tambahan dan penyitaan dokumen proyek dimaksud,selain itu kata Ridwan, tim penyidik segera melakukan upaya pemanggilan secara paksa terhadap empat tersangka yang mangkir setelah dipanggil secara patut selama tiga kali berturut-turut,masing-masing, Paulus Yulianto, Jefri Admaja, YP, dan Ramlan dari PT. Mina Fajar Abadi yang mengerjakan dermaga Bakalang, Kabupaten Alor. (R1)

Komentar