oleh

Mangkir Panggilan JPU Atambua,Cabub Belu Terancam 9 Bulan Penjara

Spread the love

RadarNTT.com,Kupang-Valens Pareira calon Bupati Kabupaten Belu periode 2015-2019, juga mantan kepala Bappeda Kabupaten Belu yang sudah mangkir dari panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua sebanyak 4 kali untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tahun 2012 senilai Rp 44.880.0000 untuk 6.880 unit, terancam 9 bulan penjara.

Helio Araujo,Kuasa hukum Yustinus Berek terdakwa dalam kasus tersebut,menegaskan bahwa mangkirnya Valens Pareira menjadi saksi dalam kasus itu, telah melanggar pasal 244 KUHP.Dimana disebutkan, jika saksi tidak hadir maka bisa dipidana hukuman 9 bulan penjara,Jumat (8/10/2015)

Helio juga menambahkan,jika kedepannya Valens Pareira tidak lagi memenuhi panggilan JPU Kejari Atambua untuk menjadi saksi dalam kasus itu, dirinya meminta JPU Kejari Atambua untuk menggunakan pasal 244 KUHP untuk menjerat calon Bupati Kabupaten Belu.

Menurut Helio, sikap yang ditunjukan oleh mantan Kepala Bappeda Kabupaten Belu sudah melawan hukum dan patut dijemput paksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Atambua.

Tidak penuhi  panggilan JPU untuk jadi saksi dalam kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 senilai Rp 44.880.0000 untuk 6.880 unit,adalah telah menghambat proses hukum.”Saya tegaskan bahwa perbuatan Valens Pareira sudah melawan hukum dan harus dijemput paksa oleh JPU Kejari Atambua. Dia (Valens) telah menghambat proses hukum serta membuat status dari terdakwa tidak jelas,”ungkapnya.

Pada tempat terpisah,Kasi Pidsus Kejari Atambua, Wahyu menegaskan Valens Pareira akan dipanggil lagi sebagai saksi,  dirinya mengakui bahwa Valens mangkir beberapa kali untuk menjadi saksi dalam perkara itu.

“Iya memang benar dirinya sudah mangkir beberapa kali untuk berikan keterangan dalam perkara itu. makanya kami akan upayakan untuk hadirkan Valens dalam persidangan, ” terang Wahyu.

Sementara,Kajati NTT John W. Purba, SH, MH yang ditemui di Kejati NTT, mengatakan, Valens Pareira akan dijemput paksa oleh JPU Kejari Atambua.

Tindakan itu terpaksa dilakukan karena tidak memenuhi panggilan Kejaksaan sebanyak empat kali artinya di dianggap telah melawan Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua.

Menurut Purba, dengan tidak hadirnya Valens sebanyak empat kali di Pengadilan Tipikor Kupang, maka dirinya tidak dapat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 tersebut.

Kasus dugaan korupsi tersebut kini sudah disidangkan sebanyak 4 kali di Pengadilan Tipikor Kupang. “Kami akan jemput paksa Valens dan saya perintahkan JPU Kejari Atambua untuk jemput saksi. Kalau tidak hadir untuk memberikan keterangan maka sudah dianggap menghambat proses hukum para terdakwa, “ katanya.

Jamser Simanjuntak, SH, MH selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus itu mengatakan dirinya telah memerintahkan JPU Kejari Atambua untuk menghadirkan saksi pada sidang berikutnya.

Menurut Simanjuntak, JPU Kejari Atambua memiliki kewenangan untuk menghadirkan saksi dalam persidangan agar memberikan keterangan. Itu adalah kewajiban dari pada JPU.

Dalam kasus dugaan korupsi BSPS Tahun 2012 di Kabupaten Belu sudah diproeses di pengadilan tipikor Kupang dan sudah sampai pada tahap pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Tipikor Kupang. Dalam kasus itu Fransiskus Gregorius Silvester dan mantan Kabid Perumahan Dinas PU Kabupaten Belu Yustinus Berek (YB) sebagai tersangka. (*rdl))

Komentar