oleh

Pendeta Verawati Terseret Kasus Traffiking Didakwa JPU 15 Tahun dekam diJeruji Besi.

Radar NTT. Com, Kupang – Pendeta Verawati Bani Buana terdakwa dalam kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) atau Human Trafficing, Jumat kemarin (21 /8) menjalani sidang perdananya dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU), Lala Siregar, SH yangdipimpin majelis hakim, Ida Ayu. Terdakwa tidak didampingi kuasa hukumnya dalam persidangan kemarin.

Dalam persidangan Lala Siregar, SH selaku JPU Kejari Kupang dalam dakwaannya menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) atau Human Trafficing terhadap Mathilda sebagai korban.

Dalam dakwaan, JPU menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan TPPO atau Humas Trafficing maka terdakwa diancaman dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Disebutkan JPU, dalam kasus itu terdakwa sengaja menjual, mencuri seseorang orang dengan cara kekerasan serta memalsukan seluruh dokumen-dokumen korban, Mathilda yang diantar oleh seseorang yang tidak dikenal di kediaman terdakwa.

Dijelasakan pada kesempatan itu, terdakwa mengurus seluruh dokumen-dokumen korban dengan cara dipalsukan serta menjanjikan korban untuk bekerja di luar daerah yakni Jakarta sebagai seorang pembantu rumah tangga disana.

Saat itu, kata JPU, korban yakni Mathilda merupakan salah satu warga Kabupaten yang tidak mengenal tulisan atau disebut buta aksara. Namun, terdakwa memaksa korban untuk menandatangani seluruh surat-surat berupa pembuatan KTP, surat persetujuan orang tua dan beberapa dokumen lainnya yang dipalsukan terdakwa.

Korban Mathilda, menurut JPU berhasil diamankan oleh pihak Bandara El Tari Kupang ketika hendak diberangkat oleh terdakwa menggunakan salah satu pesawat menuju Jakarta. Korban diamankan karena ketika dilakukan pemeriksaan didapati bahwa seluruh dokumen milik korban dipalsukan. Sidang akan dilanjutkan pada 11 September 2015 mendatang dengan agenda pembacaan eksepsi oleh terdakwa. (r)

Komentar