oleh

Penganiayaan,Kasus Terbanyak di Kota Kupang

-Daerah, Hukrim, News-1.329 views

RadarNTT.com,Kupang-Kasus penganiyaan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur(NTT)dewasa ini mengalami peningkatan,hal ini dibuktikan dengan berbagai laporan masyarakat,dari sekian banyaknya kasus yang dilaporkan dan ditangani oleh Polres Kupang kota,didominasi oleh kasus penganiayaan.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan, mengatakan saat ini pihak kepolisian Polres Kupang Kota lebih banyak menangani kasus penganiyaan baik itu dikalangan remaja maupun rumah tangga.Minggu (20/9)

Dirinya mengaku kalau,saat ini pihaknya lebih banyak menerima laporan kasus penganiyaan,baik yang terjadi dirumah tangga maupun dikalangan remaja. Dengan demikian kasus penganiayaan mendoinasi di Kota Kupag,dimana dalam sehari bisa terjadi laporan penganiyaan tiga hingga empat laporan polisi (LP).

Ia juga menjelaskan,sesuai laporan yang diterima dan ditelaa oleh pihaknya,bahwa kasus penganiyaan kerab terjadi pada rumah tangga disebabkan oleh faktor ekonomi, cemburu dan beberapa faktor lainnya, sementara dikalantgan remaja dipicu akibat minuman keras (Miras) lokal seperti sopi.

Untuk meminimalisir kasus penganiyaan di lingkungan masyarakat,kata Budi, pihaknya akan melakukan pendekatan dor to dor untuk bersosialisasi kepada masyarakat terkait kasus penganiayaan dikota Kupang,melalui Binmas yang bertugas disetiap kelurahan dengan demikian hal ini bisa teratasi secara bertahap.

“Untuk atasi kasus penganiyaan yang tinggi di Kota Kupang, Binmas yang bertugas di masing-masing kelurahan harus dari rumah ke rumjah beri  sosialisasi langsung kepada masyarakat,“ ungkap Budi.

Untuk kalangan remaja,katanya,pihak kepolisian bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kuapng gencar melakukan aksi penyisiran pada malam hari,sehingga tingkat kriminal dikota ini .

Dijelaskan Budi, penyisiran terhadap kaum muda dilakukan saat malam hari agar aksi miras tidak terjadi lagi  dikalangan remaja.Disebutkannya, ketika dilakukan penyisiran,pihaknya berhasil mengamankan sedikitnya 52 pemuda yang sedang pesta miras di jalan umum.

Menurutnya, pesta Miras yang dilakukan kaum remaja di jalan umum telah mengganggu ketertiban masyarakat dan keamanan masyarakat serta miras dapat memicu tindak pidana lainnya seperti penganiyaan serta tawuran.

“Jumat malam kami berhasil amankan sedikitnya 52 pemuda yang sedang pesta miras di jalan umum. Ini sudah menggangu kenyamanan masyarakat. Kami bawa mereka ke akntor lalu diberikan pembinaan dan dilepas kembali, “ ungkap Budi. (*rdl)

Komentar