oleh

Proyek BLBU Rp.600 M,Dirut PT Pertani Kupang Jadi Tersangka

Spread the love

RadarNTT.com,Kupang- Direktur Utama (Dirut) PT Pertani Cabang Kupang,Made Juana,akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) tersandung kasus dugaan korupsi proyek Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU) pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTT tahun 2011 senilai Rp 600 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, John W Purba, SH, MH kepada wartawan, Senin (4/5) malam mengatakan sesuai hasil ekspos yang digelar di Kejati NTT bersama-sama dengan tim penyidik Kejati NTT, akhirnya Dirut PT Pertani Made Juana di tetapkan sebagai tersangka (tsk) dalam kasus itu.

Dijelaskan Purba, Made Juana bukan saja berstatus sebagai Dirut PT pertain Cabang Kupang, namun Made Juana juga merupakan Manager Pemasaran untuk proyek BLBU tahun 2011 senilai Rp 600 miliar di PT Pertani Cabang Kupang.

“Sesuai hasil ekspos bersama tim penyidik Kejati NTT, Dirut) PT Pertani Cabang Kupang Made Juana ditetapkan sebagai tersangka (tsk) dalam kasus BLBU di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTT, “ kata Purba.

Menurut Purba, tersangka dalam kasus itu untuk sementara hanya Dirut PT Pertani Cabang Kupang yakni, Made Juana. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus yang sama terkait proyek BLBU di Distanbun NTT dari Kementan RI Tahun 2011 itu.

“Tim penyidik masih akan perdalam lagi kasus itu. Untuk sementara baru satu orang tersangka tapi tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka yang baru lagi, “ terang Purba.

Dijelaskan Purba, kasus ini merupakan atensi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, pasalnya pengadaan BLBU di tahun 2011 senilai Rp 600 miliar itu bukan terjadi di NTT saja, namun terjadi di seluruh provinsi di Republik Indonesia (RI). dengan demikian, dipastikan pasti akan ada tersangka baru.

“Proyek ini terjadi secara merata di seluruh Indonesia. Untuk itu pihaknya akan kembali perdalam lagi kasus BLBU di Distanbun NTT, karena regional dan nasional, “ ungkap Purba.(*tim)

Komentar