oleh

Senator Asal NTT Kunjungi Warga Terisolir di Selatan NKRI

-News-148 views

RadarNTT.com-Rote Ndao,-Anggota DPD RI,Senator asal Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) Drs. Ibrahim Agustinus Medah, melakukan kunjungan kerja di sejumlah daerah terisolir di Kabupaten Rote Ndao selama beberapa hari,yakni sejak 4-6 Maret .Anggota Komite II DPD RI itu mengunjungi Kampung Oeinalain, Dusun Soao, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao,Rabu 4/3/2015

Kampung yang hanya dihuni oleh 11 Kepala Keluarga (KK) itu, sungguh sangat terisolir karena untuk sampai ke kampung tersebut,hanya menggunakan transportasi laut. Dan dengan memanfaatkan bebatuan alam yang ada dipinggir pantai, warga yang mata pencahariannya sebagai petani rumput laut itu, menjadikannya sebagai dermaga tambatan perahu motor atau sampan.

Seperti Raja Ampat di Provinsi Papua Barat, deretan batu-batu besar yang terhampar di laut lepas itu membuat warga setempat menamakan selat itu dengan sebutan mulut seribu. “Banyak kapal-kapal baru dengan nahkoda yang belum terbiasa melewati laut ini sering kali tersesat hingga berbulan-bulan,” ujar Sekretaris Camat Landu Leko yang menjadi nahkoda kapal yang ditumpangi senator.

Meskipun kampung Oeinalain masih dalam satu daratan Pulau Rote, namun karena ketiadaan akses jalan raya maka bertahun-tahun lamanya warga di dusun itu harus menempuh penyerangan dengan kapal motor selama 25 menit dari pusat ibu kota Kecamatan Landu Leko.

“Bukan soal jumlah kepala keluarga yang menghuni kampung ini sekitar 11 KK saja tetapi karena ada kehidupan di wilayah ini sehingga kita perlu datang untuk menemui warga dan mendapatkan apa yang menjadi harapan mereka kepada pemerintah,” ujar Ibrahim Agustinus Medah.

Musa Mesah, warga kampung Oeinalain menaruh harapan besar kepada pemerintah melalui Ibrahim Medah. Ia dan warga di kampung itu sangat mengharapkan pembangunan jalan dan jembatan yang akan dijadikan tambatan perahu. “Kami punya banyak rumput laut yang dihasilkan namun karena jalan dan jembatan tambatan perahu tidak ada sehingga sering rumput laut kami rusak tidak bisa dijual,” ujar Musa yang kini berusia 68 tahun dan mengaku sejak lahir tinggal di kampung itu.

Musah Mesah menambahkan, wilayah Oeinalain memiliki potensi ekonomis dan pariwisata yang sangat menarik karena ada laut mati di wilayah itu. Disebut laut mati karena di wilayah itu terdapat sekitar 5 telaga yang rasanya asin namun hanya ada jenis ikan air tawar yang hidup di laut mati itu.

Usai mengunjungi wilayah itu, Ibrahim Medah menemui Bupati Rote Ndao Drs. Leonard Haning, M.Si untuk menindaklanjuti keluahan warga soal infrastruktur jalan dan jembatan di Oeinalain. Menurut Medah, Pemda Rote Ndao langsung merespon keluahan itu dan akan membuka jalan dari Desa Sotimori Kecamatan Landu Leko menuju Laut Mati yang berjarak sekitar 6 Kilo Meter.

“Jika membutuhkan anggaran dari pusat maka selaku senator kita siap membantu dengan cara membangun komunikasi dengan kementrian terkait untuk mengarahkan anggaran dari pusat untuk membuka keterisolasian wilayah di daerah, apalagi yang berbatasan dengan Australia,” ujar Ibrahim Medah.(*Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru