oleh

Terpidana Kasus MBR Kabupaten Alor, Ajukan PK

RadarNTT.com,Kupang- Terpidana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan rumah cetak MBR Tahun Anggaran 2012 di Kabupaten Alor Kusuma Edi,mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH kepada wartawan,mengatakan Kusuma Edi terpidana kasus MBR di Kabupaten Alor, saat ini mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang, Rabu (19/8),

Dikatakan Ridwan, sidang PK yang diajukan oleh konsultan supervisi proyek MBR Alor itu, telah berlangsung di PN Kelas IA Kupang sejak beberapa pekan lalu,lanjutnya sesuai memori PK Kusuma Edi, disebutkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang yang menyidangkan perkara tersebut,telah melakukan kesalahan atau kekeliruan dalam menetapkan putusan.

“Dasar pengajuan PK, karena kekhilafan hakim dalam menetapkan putusan. Kusuma Edi menilai hakim tidak mempertimbangkan fakta persidangan,” kata Ridwan.

Terkait permohonan PK tersebut, kata Ridwan, dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) dalam jawabannya, menyatakan alasan pemohon sangat tidak mendasar. Dan, sebaliknya menyatakan hakim telah mempertimbangkan seluruh fakta persidangan dalam memutuskan perkara dimaksud.

Untuk diketahui, Kusuma Edi dalam persidangan telah menyerahkan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 150 juta yang kemudian telah dirampas untuk negara. Dia divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta,serta subsidair satu bulan kurungan. Denda Rp 200 juta tersebut telah dibayar yang oleh yang bersangkutan.(*R1)

Komentar