oleh

Yoga Paket Kepercayaan Rakyat Matim Oleh

-News, Opini-205 views

Oleh : Gaspar Tanjak

Ditengah pergolakan politik Pemkab Matim antara Politisi Matim sangat menjadi sorotan publik baik, lokal maupun nasional,namun kepedulian dan rasa iba terhadap masyarakat manjadi tanggung jawab prioritas bagi Pemerintah maupun politisi yang menyamakan diri ingin membawa perubahan secara total untuk kemajuan daerah tersebut.

Banyak filosofi mengekspresikan gambaran pelaku pembangunan yang tidak serta merta berjalan dengan baik di Matim,namun dalam kesamaan tersebut ada segelintir masyarakat penerima manfaat program pemerintah tanpa sadar ada gejolak perubahan sedikit demi sedikit,sehingga ada bahasa mengatakan perubahan suatu daerah terjadi secara bertahap,hampir sebagaian besar responden mengakui hal itu,dengan demikian Pemerintahan yang dinahkodai oleh Yoseph Tote dan Agas Andreas yang akrab sapa Paket Yoga selama lima tahun berlalu menunjukan kontribusi terhadap masyarakat Manggarai Timur.

Lima tahun telah dilewati pada periode pertama masa kepemimpinan Yoseph Tote dan Agas Andreas,lima tahun pula kedua orang yang dituakan di Matim ini melakukan karya-karya terbaik untuk daerah,putra daerah yang memiliki rasa kepedulian tinggi untuk memajukan daerah,berbagai daya upaya dilakukan serta terobosan untuk meningkatkan aspek-aspek vital pembangunan di daerah Matim yang terkenal dengan potensi pertanian menjanjikan ini,namun diselah perjuangan yang posetif tersebut masih ada rong-rong kepedihan yang dialami oleh nahkoda yang pernah membuat ekonomi Matim menjadi urutan satu NTT.

Memimpin suatu daerah tidak hanya menjual kepintaran dan kehebatan dalam berargumen,akan tetapi rakyat membutuhkan karya dalam tindakan nyata,hal inilah yang masih minim dilakukan oleh para politisi di Matim,mengkritik itu menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan suatu negara dan daerah,namun dibalik kritikkan harus ada timbal balik dan menjadi catatan sejarah untuk rakyat sehingga ada rasa dimiliki,dicintai dan disenangi oleh rakyat sebagai pemegang keputusan dalam menentukan siapa yang layak memimpin.

Seorang Thomas Alfa Edison membuat malam hari menjadi terang ,menerima penghinaan serta kritikkan yang sangat mengganggu dalam mensukseskan penemuannya,menghadapai masa kritis tersebut Ia hanya berkata “suatu ketika aku akan membuat gelap menjadi terang “ hal itu terbukti hingga sekarang,dan masih ada parah ahli lain yang membuat perubahan pada dunia dan arsip sejarah menjadi lukisan terindah atas karya mereka.

Kalau semua elemen dalam suatu daerah bersinergi untuk membangun daerah tentu tidak ada kepincangan dalam roda pembangunan,Matim yang memiliki PAD ratusan miliar per tahun tidak bisa menjawab semua kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,namun ada kepentingan yang terselubung menjadi biang kebingungan pemimpin daerah,mengatasnamakan rakyat, trasdisi yang sulit ditinggalkan oleh orang pintar didaerah sedang merangkak tersebut.

Ditengah gonggongan para peduli masyarakat Matim,disela itu pula kedua sosok pemimpin yang dikenal paket Yoga ini,kepercayaan masyarakat Matim tidak luntur,hal itu terbukti pada pemilu kada Matim lima Agustus 2013, pada putaran pertama Paket inkamben menang telak,kemenangan paket Yoga dalam pemilu merupakan titik awal bocornya instalasi persoalan di masa kepemimpinan lima tahun terlewati,disisi lain ternyata ada perubahan yang signifikan terjadi di masyarakat,namun ketidakpuasan dalam berpolitik maka semua argumen menjdi momen politik etis namun tidak berdampak posetif pada apa yang disuarakan.

Regenerasi pemimpin masa depan daerah ini telah terhipnotis oleh sebuah emosional politik dan merasuki setiap pemikir tokoh muda yang kompeten terhadap daerah,jika anda menjadi pemimpin niscayakah dalam seketika perubahan akan terjawab? Sebuah proses yang dikolaborasi dalam program kerja jangka panjang dan menengah menjadi pilot projok bagi kemajuan suatu daerah,lantaran apa makna dibalik semua kritikan,sindiran,cacian serta cemoohan bagi pemerintah?berpikir posetif dan bertindak kreatif lebih bermartabat jika harus menjadi pelaku penghambat sebuah pembangunan daerah.

“Muku Ca puu neka woleng curup,Teu ca ambok neka woleng jangkong” semboyan keutuhan dan kesatuan untuk orang Manggarai,bahkan kalimat isyarat ini sering juga dipakai oleh para politisi Manggarai yang mau menjadikan dirinya dihormati sebagai pemimpin rakyat,sayangnya pesan leluhur ini telah sirna terbawa oleh emosional politik yang tidak sehat di Matim,regenerasi daerah ini akan bingung dengan istila sekarang yang tidak berlandaskan filosofi para leluhur,jangan heran kalau kedepannya tidak ada pemimpin yang memiliki rasa kepedulian terhadap rakyat Matim.

Kepercayaan Masyarakat terhadap paket Yoga untuk memimpin pemerintahan lima tahun kedepan,tidak hanya sekedar memilih karena mengenal Yosep Tote sebagai Bupati dan Agas Andreas sebagai wakil Bupati yang pernah memimpin Matim,ataukah paket Yoga yang dikenal oleh masyarakat? Karisma kepemimpin setiap pribadi sudah di wahyukan Tuhan sejak dibentu dalam rahim ibu,akan tetapi mengelolah karisma kepemimpinan itu setiap pribadilah yang akan membentuknya.

Pemimpin merupakan ruang tempat menyimpan keluhan dan persoalan rakyat maupun politisi,hal itu sudah tercatat dalam sejarah kepemimpinan Yesus,berbuat baik disalahkan,tidak berbuat sesuatu dianggab bodoh,memberi kehidupan pada tanaman itu lebih mulia daripada mencari kesalahan terhadap orang yang telah diberi kepercayaan untuk memimpin.
Sejarah telah tertulis tongkat kepemimpinan kabupaten Matim masih dipegang kendali oleh paket Yoga untuk lima tahun kedepan,hal ini merupakan luapan emosional masyarakat sebagai kepercayaan untuk membawa daerah ini kearah yang lebih baik lagi dari sebelumnya,rakyat tidak butah dalam menentukan pilihan,rakyat memilih karena merasakan hasil karya pemimpinya.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru