oleh

6 PKBM di Kota Kupang Terlibat UNBK

Radarntt.co,Kupang- Enam lembaga pendidikan non formal Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Gaung UNBK saat ini rupanya tidak hanya diberlakukan dalam lingkup pendidikan formal saja, akan tetapi hal ini telah merambat sampai pada ruang lingkup pendidikan non formal.

Kenyataan ini menunjukan bahwa pendidikan non formal dewasa ini tidak lagi diasumsikan sebagai sebuah alternatif yang asal asalan saja, namun lebih dari itu pendidikan non formal akan menjadi sebuah solusi yang tepat bagi warga putus sekolah yang masih memiliki keinginan untuk memperoleh pendidikan yang layak demi merubah kehidupan dan karakter sebagai anak bangsa, demikian kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Koordinasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD FK-PKBM) Kota Kupang Polikarpus Do disela sela monitoring kegiatan UNBK PKBM kota Kupang, Kamis, 20/4.

Ia juga menambahkan bahwa Pendidikan non formal yang dikenakan lewat PKBM tahun ini memiliki kesamaan dengan lembaga pendidikan formal yakni menyelenggarakan ujian berbasis teknologi, dengan demikian dirinya sebagi ketua DPD FK-PKBM terus memperjuangkan hal hal prioritas dalam mensukseskan serta memajukan aspek pembangunan dibidang pendidikan non formal.

Dirinya merincikan keenam lembaga pendidikan non formal yang ditunjuk untuk mengikuti UNBK, serta empat lembaga lainnya yang mengikuti Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK) yakni PKBM Bintang Flobamora lokasi ujian SMAN3 , PKBM Harapan Bangsa lokasi ujian di SMKN 1 , PKBM Yaspurka lokasi ujian di SMKN 3 , PKBM Laismanekat lokasi ujian di SMKN 2, PKBM Vinoriken lokasi ujian di SMA Geovani , PKBM Obor Timur Ministry lokasi ujian di SMKN 4, sementara empat lembaga lainya yang mengikuti UNPK yakni PKBM Empowering, PKBM Harapan Bangsa, PKBM Tiberias, PKBM Tunas Harapan dan PKBM Alice dengan lokasi ujian di SMAN 5 Kota Kupang.

Disinggung soal masa depan PKBM terkait menyelenggarakan ujian pada tempat yang bukan milik lembaga pengelola PKBM tertentu, ia mengakui bahwa seluruh lembaga pendidikan non formal yang dibawa koordinasinya masih sangat kekurangan soal fasilitas penunjang, khususnya saat mengikuti ujian seperti saat ini, ” semua PKBM di kota Kupang saat ini belum memiliki fasilitas yang mendukung untuk UNBK, seperti labolatorium komputer, ya sekalipun kondisinya demikian saya dan rekan pengelola PKBM do kota Kupang tidak akan surut niat kami untuk membangun dan berkontribusi pendidikan bagi anak bangsa.” tegasnya.

Direktur PKBM Bintang Flobamora ini, berharap agar setiap elemen apapun dan siapa saja yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan khusunya pendidikan non formal yang berlaga di wilayah pemerintah kota Kupang, agar bisa bersama sama mensukseskan dengan mencerdaskan anak bangsa.

Untuk diketahui penyelenggaran UNBK pendidikan non formal Kota Kupang diselenggarakan selam empat hari sesuai petunjuk juknis , dan pantauan media ini peserta UNBK mengikuti ujian dengan serius dengan kondisi penuh ketenangan  serta pusat perhatian para peserta hanya tertuju pada perangkat yang digunakan, sementara pengawas terus mengawasi jalannya UNBK tersebut (* Yolf/RN)

 

Komentar