oleh

Bagaisar-Nahak Tidak Penuhi Syarat, Pilgub NTT Tanpa Calon Perseorangan

-News-819 views

RADARNTT, Kupang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi NTT memutuskan tidak ada Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Gubernur/Wakil Gubernur NTT di pilkada 2018, meskipun nama Christofel Bagaisar dan Blasius Bobsen Nahak menyerahkan dukungan tapi dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak bisa diteruskan ke tahapan selanjutnya.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Pleno yang dilaksanakan Minggu, (26/11/2017) sekitar pukul 00:48, yang dihadiri oleh lima komisioner, disaksikan Bawaslu NTT, juga hadir utusan Bapaslon dan sejumlah awak media.

Ketua KPU NTT Maryanti Adoe menegaskan, berdasarkan fakta materil, dokumen dukungan yang diserahkan Bapaslon tidak mencapai jumlah minimal yang ditentukan. Syarat minimal jumlah dukungan 272.300, dengan ketersebaran di 12 Kabupaten/Kota.

Hingga batas waktu penyerahan dukungan pukul 00:00, Minggu (26/11/2017). Utusan Bapaslon Bagaisar-Nahak mendatangi kantor KPU sekitar pukul 23:48. Mereka menyerahkan kekurangan dan perbaikan dokumen dukungan sebanyak 16 dos.

Pihak KPU melakukan penelitian dan penghitungan berkas dokumen, dengan hasil 4.032 format B1-KWK, 7.810 foto copy KTP, ketersebaran di 20 Kabupaten/Kota, format B2 KWK tidak ada, Soft di aplikasi SILON terisi 78 orang.

“Sesuai data hasil perhitungan dan rekapitulasi jumlah dukungan dan berkas administrasi yang wajib dibawa saat menyerahkan dukungan, menunjukkan masih terdapat banyak kekurangan jumlah dukungan dan administrasi”, kata Adoe.

Menurutnya berita acara dan keputusan sudah diserahkan langsung kepada Bapaslon wagub yang hadir, sekalian melakukan klarifikasi beberapa hal termasuk total data dukungan dalam rekapan sebanyak 291.666 yang ditandatangi di atas meterai adalah target bukan data riil yang ada saat penyerahan.

Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna yang turut menyaksikan proses itu mengatakan sesuai ketentuan PKPU nomor 15, ada empat syarat penting yang harus dibawa saat menyerahkan dukungan, tapi nyatanya cuma satu saja yang lengkap, hal ini menjadi perhatian penting komisioner KPU dalam mengambil keputusan. (Yolf/RN)

Komentar