oleh

Bawa Masyarakat Kearah Yang Lebih Baik, Pemerintah Harus Sinergi Dengan LSM

RADARNTT, Kupang — Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Nusa Tenggara Timur (NTT) harus merjalan seiring dalam pembangunan untuk membawa mamsyarakat kearah yang lebih baik, komitmen ini disampaikan oleh Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya, saat didatangi oleh Pengurus Konsorsium LSM NTT diruang kerjanya pekan lalu.

Kedatangan Pengurus Konsorsium LSM NTT dengan maksud menyampaikan rencana Pertemuan Nasional Perwakilan NGO Se-Indonesia di Kota Kupang pada Okteber 2017 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Lebu Raya menyampaikan apresiasi serta mendukung penuh rencana pertemuan nasional yang diselenggarakan oleh Konsorsium LSM/LKS NTT tersebut.

Beberapa pengurus sebagai utusan Konsorsium LSM NTT diterima Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di ruang kerjanya, Kamis (29/5/2017) siang. Saat itu Gubernur Lebu Raya didampingi Kepala Dinas Sosial Propinsi NTT, William Foni.

Dalam pertemuan ini, utusan Konsorsium LSM menyampaikan kepada Gubernur bahwa pada tanggal 28 Oktober 2017 bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Konsorsium LSM akan menyelenggarakan Pertemuan Nasional Perwakilan NGO Se-Indonesia di Kota Kupang.

Ketua Konsorsium LSM NTT, Felisianus Longa Wea menguraikan, pertemuan nasional Perwakilan NGO Se-Indonesia digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, setelah didorong oleh Nelson Simanjuntak, salah satu pejabat di Depdagri pada saat pertemuan dengan Lembaga Donatur, NGO Lokal di hotel Pelangi Kupang, bulan Maret 2017.

Saat itu, Nelson Simanjuntak memberi tantangan serius kepada Konsorsium LSM NTT dengan mengatakan, “Mampu tidak menyelenggarakan event nasional untuk menghadirkan LSM Se-Indonesia di Kupang yang sedianya kegiatan itu seharusnya dilakukan di Surabaya.” Dengan spontan dijawab mampu oleh Felisianus Longa Wea sebagai ketua konsorsium.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyanggupi dan siap membantu serta mendukung penuh rencana kegiatan tersebut.“Saya perintahkan Kadis Sosial Propinsi NTT untuk membantu Konsorsium dalam berkoordinasi dengan SKPD lain agar rencana pertemuan nasional dapat berjalan lancer,” kata Lebu Raya saat itu.

Rupanya kahadiran wadah Konsosrsium LSM NTT membuat Lebu Raya teringat masa lalunya , yang mana dirinya juga merupakan pelaku LSM yang memiliki komitmen. “ Sebelum jadi Gubernur, saya ini orang LSM, lembaga donor tidak bermanfaat jika tanpa kami orang-orang LSM yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat,” pintah Lebu Raya.

Lebu Raya berharap, agar kehadiran konsorsium LSM NTT, bisa menyatukan langkah dan bersinergi dengan program pembangunan yang canangkan oleh Pemerintah, sehingga antara pemerintah dan LSM merjalan seiring dalam pembangunan untuk membawa mamsyarakat kearah yang lebih baik.

Perwakilan Konsorsium LSM NTT yang hadir dalam pertemuan bersama  Gubernur NTT, Frans Lebu Raya ini diantaranya, Tono Wungebelen mewakili Yakut Mandiri, Mikael Risdiyanto, Yoris Sadipun dan Vinsensius Simau mewakili Yayasan Tukelakang, Adrianus Olin mewakili LP2TRI, Julius Tuga mewakili Yayasan Surya Institut, Felisianus Longa Wea mewakili Yayasan Purnama Abdi, Yosef Lefta mewakili Yayasan Bina Lingkungan Nusa Tenggara, Antonius Mau dan Agustinus Seran mewakili LSM Likurai. (Yolf/RN)

Komentar