oleh

Bawah Ekstacy, Ibu Muda Ini Ditangkap BNNP Bali

DENPASAR – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengamankan seorang wanita bernama Steffani  Anindiya Hadi (25), penumpang pesawat Garuda Indonesia Airlines GA 266 rute penerbangan Palembang – Denpasar. pada Kamis, (08/06/2017) sekitar pukul 13.00 wita, di Terminal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Dari tangan wanita asal Banyuwangi, Dusun Segomulyo, Kelurahan Genteng Wetan, banyuwangi, Jawa Timur ini petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 bungkus kemasan plastik transparan berisi 9.675 (sembilan ribu enam ratus tujuh puluh lima) butir ekstasi dengan berat 2.544,45 gram yang disimpan didalam tas plastik hand carry warna orange milik tersangka.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menjelaskan, kronologis penangkapan terhadap tersangka berawal ketika petugas BNN Provinsi Bali telah membidik tersangka selama beberapa waktu dan telah mengetahui bahwa tersangka akan menuju ke Bali pada Kamis, (08/06) untuk membawa narkotika kepada seorang kurir yang tinggal di Bali.

Selanjutnya ibu rumah tangga ini beserta barang bukti ekstasi yang dibawanya diamankan oleh petugas BNNP Bali.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka Steffani, kepada petugas mengaku jika dirinya pada, Rabu (7/6) ia ditelpon oleh UN untuk menemui BR di Palembang. Dan Setiba di Palembang tersangka langsung menuju ke Hotel Amaris di Palembang dan menginap semalam kemudian keesokan harinya pada, Kamis 8 Juni 2017 , tersangka diantar lagi oleh BR menuju Bandara Palembang untuk terbang ke Denpasar. Namun, sesampai di ruangan tunggu bandara Palembang, BR menyerahkan 4 bungkus plastik ekstasi yg disimpan didalam tas plastik hand carry warna orange. Tersangka menuju Bali dengan menggunakan pesawat Garuda GA 266 tujuan Denpasar dan tiba di Bali pukul 12.05 wita.

Tersngaka mengaku menjalankan bisnis haram ini, karena diimingi uang 40 juta per satu kali transaksi jika berhasil. Sayangnya, tersangka belum sempat mendapatkan hasilnya dan langsung ditangkap petugas BNN Provinsi Bali.

Kepala BNNP Bali ini menambahkan bahwa di Denpasar akan ada seseorang yang akan mengambil barang tersebut dari tersangka. Orang tersebut adalah suruhan dari seseorang yg bernama BR malui via telepon dan belum pernah ketemu secara langsung dengan kedua tersangka, dan rencananya akan menyerahkan barang haram tersebut di Hotel Fame Di Jalan Sunset Road kuta sebagai tempat bertemu.

Selanjutnya, pada pukul 17.20 Wita petugas menciduk tersangka Pria, Sukron Wardana (27). Sukron adalah orang yang akan menerima barang dari Steffani untuk diserahkan kepada seseorang yang saat ini masih diburuh oleh BNNP Bali. Sukron Werdana sendiri berdasarkan alamat di KTPnya ia berasal dari Banyuwangi dan saat ini tinggal di Kerobokan, Badung.

Petugas kemudian melakukan pengeledahan ke tempat tinggal tersangka Sukron Werdana di Kerobokan, hanya menemukan 1 gepok kantong plastik klip warna putih. Selanjutnya pada pukul 21.00 wita kedua tersangka digiring ke kantor BNN Provinsi Bali. Dari pengakuan Steffani, ini adalah kali keduanya melakukan pengiriman barang haram ke Denpasar. Pada pengiriman pertama itu berjalan dengan lancar. Pada pengiriman pertama, menurut pegakuan Steffani bahwa pada Bulan Januari tahun 2017 tersangka dikenalkan oleh pacarnya inisial IM alias Kate Kepada seseorang  yang bernama UN di Palembang melalui via telepon dan sama sekali tidak pernah bertemu dengan UN.

Saat ini Kedua tersangka berada di tahanan BNN Provinsi Bali, dan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (Rio)

Komentar

Jangan Lewatkan