oleh

Bupati TTU Raymundus Fernandez Dipolisikan Oknum Wartawan

Radarntt.co, Kupang- Dituding melakukan kriminalisasi terhadap wartawan dan upaya pembungkaman terhadap pers. Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Fernandez dilaporkan ke Mapolda NTT oleh salah wartawan media online Fajar Timor, Bony Lerek.

Laporan Polisi dengan nomor LP/B/108/III/2017/Spkt tertanggal 30 Maret 2017 menyebutkan, Bupati TTU diduga telah melakukan tindak pidana kriminalisasi terhadap Pers sebagaimana diatur dalam pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999.

Bony Lerek, kepada media ini menjelaskan, laporan terhadap Raymundus Fernandez dilakukan pihaknya setelah pada hari Rabu, 29 Maret 2017, Bupati TTU melaporkan dirinya ke Polres TTU terkait pemberitaan Media Online Fajar Timor tentang dugaan korupsi dana DAK di TTU.

“Sebagai warga negara yang juga taat pada hukum maka saya mengambil langkah hukum untuk melaporkan Bupati TTU ke Polda NTT setelah kemarin saya dilaporkan ke Polres TTU,” kata Bony di Mapolda NTT. Kamis, (29/03/2017).

Menurutnya, apa yang telah diberitakannya telah memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik. Dia juga mengaku memiliki data yang valid dan narasumber yang jelas sebelum berita itu ditayang.

“Saya merasa bahwa apa yang saya beritakan tidak melanggar kode etik jurnalistik. Jika ada pihak yang merasa dirugikan silahkan lakukan klarifikasi dan hak jawab atau hak koreksi. Ruang itu terbuka. Tapi karena pak bupati memilih menggunakan jalur hukum maka saya juga memilih langkah yang sama,” kata Bony.

Bupati TTU, Raymundus Fernandez yang dikonfirmasi terkait laporan tersebut mengatakan, dia menghargai langkah hukum yang diambil oleh Bony Lerek. Dia mengaku dirugikan oleh pemberitaan Media Online Fajar Timor terkait dugaan korupsi dana DAK Pendidikan tanpa melakukan konfirmasi.

“Kita berharap agar kaidah-kaidah jurnalistik itu digunakan oleh teman-teman saat melakukan sebuah pemberitaan. Sebagai orang yang taat hukum maka saya mengambil langkah hukum untuk persoalan ini,” jelas Ray seperti yang dilansir di media online berandanusantara.com

Meskipun demikian kata Bupati Raymundus Fernandez yang juga sebagai bakal calon Gubernur NTT ini, pihaknya tidak menutup ruang mediasi untuk sebuah perdamaian. “Ruang mediasi itu terbuka lebar. Kan tidak semua laporan harus berujung pada meja hijau. Jika kedua belah pihak secara jiwa besar untuk saling memaafkan maka saya sangat welcome,” kata Raymundus Fernandez. (Mhen)

Komentar