oleh

Desa Lifuleo Kembangkan Wisata Bahari Konservasi Berbasis Masyarakat di Pantai Oesina

-Kupang, News, WisBud-1.924 views

radarntt.co, Kupang- Pembangunan ekonomi suatu wilayah yang dititikberatkan pada potensi utama wilayah tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pariwisata dan konservasi adalah dua hal yang jika disinergikan akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pantai Oesina, di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang-NTT sebagai sebuah destinasi wisata yang sejak dini sudah harus mengintegrasikan pengelolaan wisata berbasis konservasi. Hal itu agar tidak hilang bersama berlalunya para pengunjung yang datang silih berganti, meninggalkan dampak yang bisa sangat merusak dan menyulitkan pemulihan sumberdaya dalam waktu yang lama.

Masyarakat Desa Lifuleo patut berbangga, potensi wisata di Pantai Oesina yang sebelumnya tidak terurus, kini mulai berbenah oleh karya masyarakat Lifuleo dan berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi di Desa itu.

Wakil Kordinator Umum Bengkel APPeK NTT, Tarsianus Tani mengungkapkan hal ini saat diskusi terbatas bersama sejumlah awak media di Aula In Out. Rabu, (08/03/2017).

Tarsi menjelaskan, saat ini ada sekitar 20 Orang warga Desa itu mengembangkan berbagai souviner yang berasal dari bahan lokal. Begitupun nelayan mulai merasakan manfaat dari berkembangnya detinasi Oesina.

“Ada topi, keranjang, tutupan saji makanan yang siap dipasarkan di lokasi wisata. Demikian juga pendapatan nelayan meningkat”, kata Tarsi.

Kondisi ini berkembang seiring dimulainnya kerjasama antara bengkel APPeK dengan The Nature Conservancy (TNC) sejak 2013, tentang Inisiatif Pengembangan Kampung Wisata Bahari Berbasis Masyarakat (INGA WISATA).

Manager TNC Alexander S. Tanody mengatakan program INGA WISATA ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Balai Kawansan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), selaku otoritas Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu dalam upaya mempertahankan sumber daya periaran di kawasan itu.

Kepala BKKPN Kupang, Ir. Irkam M. Sangadji mengatakan kawasan konservasi memiliki tiga aspek utama yaitu pelestarian, perlindungan dan pemanfaatan. “diharapkan ekowisata berbasis konservasi dapat memeberikan manfaat ekologis, ekonomi dan sosial bagi masyarakat”, kata Irkam.

Pengembangan kawasan konservasi periaran merupakan sebuah upaya untuk mengimbangkan fungsi antr ekologis, ekonomi dan sosial yang terdapat pada kawasan perairan, sehingga dapat dikelolah berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan.

Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang merupakan salah satu desa yang mencoba untuk menerapkan upaya keseimbangan tersebut dengan mengembangkan ekowisata berbasis konservasi. (mhen).

Komentar

Jangan Lewatkan