oleh

Diduga Salah Kelola Dana Desa, Kades Oenitas Diprotes Warga

RADARNTT, Baa – Diduga kelola Dana Desa tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, Kepala Desa (Kades) Oenitas, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rahelia Na’e diprotes warganya, Sabtu (14/10/2017) pukul 17:40 Wita.

Ada tiga orang masyarakat, diantaranya Kader Teknik Desa (KTD) Joni Lenggu menyampaikan kepada radarntt.co bahwa ada beberapa item pekerjaan di desa tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Sebagaimana telah dilansir Portalntt.com beberapa waktu lalu, bahwa Pengelolaan Dana Desa Oenitas senilai Rp. 1,6 Miliard dinilai tidak sesuai Spesifikasi.

Dalam kesempatan itu, Joni Lenggu mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pengelolaan Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat. “Sepertinya tidak dimanfaatkan secara baik, bahkan dalam pengelolaan diduga Kepala Desa, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Ketua BPD mengelolanya sendiri, beberapa poin utama manfaat Dana Desa tidak terserap secara baik, sehingga fisik bangunan yang dikerjakan nampaknya tidak setara dengan anggaran yang dialokasikan”, kata Joni.

Joni Lenggu menjelaskan, total Dana Desa yang dikelola senilai Rp.1.631.727.225, terdiri dari Alokasi Dana Desa Tahun 2017 senilai Rp. 1.620.155.550 ditambah dengan dana Silpa Tahun 2016 senilai Rp.11.571.675 diperuntukan untuk biaya operasional, dan bangunan fisik.

Ada enam jenis kegiatan yang dikerjakan, lanjut Joni Lenggu, yaitu Pembangunan Embung 1 unit, berlokasi di Dusun Rinalolon, total nilai Rp.104.337.500, Pembangunan Jaringan Air Bersih, ukuran/volume 5.100 meter, di Dusun Oenitas, total nilai Rp. 452.775.000.

Selain itu, kata Joni Lenggu, Pembangunan Lapangan Futsal, ukuran/volume 20×30 meter, di Dusun Oenitas, total nilai Rp.80.000.000, Pembangunan Jaringan Air Bersih, ukuran/volume 1.000 meter, berlokasi Dusun Rinalolon, total nilai Rp.149.575.000, Pembangunan Sumur Gali, ukuran/volume, 1 unit, di Dusun Loudano total nilai Rp.7.900.000, serta Pembagunan Gedung Posyandu, berlokasi Dusun Loudano, total nilai Rp.165.284.500. Sehingga total jumlah dana yang dialokasikan untuk kegiatan fisik adalah Rp.959.872.000.

Kepala Desa Oenitas Rahelia Na’e ketika ditemui di kediamannya, Senin (16/10/2017) pukul 18:55 Wita, tidak memberikan komentar terkait persoalan pengelolaan Dana Desa tersebut.

Namun, melalui Ketua TPK Johanis Lenggu yang kebetulan berada di rumah Kepala Desa mengatakan, mekanisme yang dibuat dari awal adalah melakukan penggalian gagasan dari tingkat dusun oleh KPMD dan KTD setelah itu mereka mengolah data tersebut dan dibawa ke Desa, dibahas dalam musyawarah Desa untuk menetapkan kegiatan apa saja yang harus dikerjakan sesuai dengan usulan dari bawah.

Setelah itu, lanjut Johanis Lenggu, pihak KPMD dan KTD membuat pemetaan, gambar desain, proposal kemudian diberikan kepada TPK sebagai eksekutor anggaran dan kegiatan.

Johanis Lenggu menambahkan, sampai saat ini tidak ada persoalan dalam pengelolaan Dana Desa Tahun 2017 karena semua kegiatan masih berjalan dan belum ada satu pun yang di-PHO, semua berjalan sesuai dengan petunjuk dan mekaisme yang ada pada RAB.

Sesuai pantauan awak media di lokasi kegiatan, pembangunan gedung posyandu masih dalam tahapan pekerjaan fondasi, sedangkan kegiatan pembangunan sumur gali sudah finising acian semen, tapi berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga bahwa sumur tersebut adalah sumur lama yang direhap ulang. (Tony/RN)

Komentar