oleh

Dinilai Tak Bersalah, Orang Tua Minta Bebaskan Ketua Yayasan Pelita Hidup

Kota Kupang – Sejumlah orang tua yang menitipkan anak- anak mereka di Yayasan Pelita Hidup mendatangi Kepolisian resor Kupang Kota (Polresta), Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka meminta agar Ketua Yayasan Pelita Hidup Pendeta Simsoni Yosua Daud Patola yang ditahan di Polresta Kupang atas tuduhan ekploitasi anak dibawah umur dibebaskan.
 
Salah satu orang tua, Daniel Dengi Bokol di Polresta Kupang, mengatakatan di yayasan tersebut anak- anak disekolahkan dan diberikan pelatihan dan diajar untuk bekerja. Namun, ajaran yayasan bagi anak untuk memilliki keterampilan bekerja dinilai sebagai eksploitasi anak dibawah umur.
“Kami minta agar pendeta Simsoni dibebaskan, sehingga anak- anak kami masih bisa melanjutkan sekolahnya. Sebab di sekolah itu, anak-anak kami mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis”, katanya.
Dia mengaku apa yang dilakukan Yayasan Pelita Hidup yang diduga mempekerjakan anak- anak mereka, bukan untuk mencari keuntungan, tapi memberikan pendidikan bagi anak- anak. “Kami sepuluh keluaraga membuat surat permohonan agar Pendeta Simsoni Yosua Daud Patola dibebaskan,” katanya.

Setelah Pendeta Simsonsi Daud Patola ditahan, anak- anak yang masih bersaudara itu dipulangkan ke kampung halamannya di Sumba. Namun, orang tua merasa bahwa anak- anak harus tetap berada di yayasan itu, sehingga bisa bersekolah. “Kalau pulang kampung, mereka tidak bisa sekolah,” katanya.

Sebelumnya, 12 Juni 2017 lalu RT setempat mengajak sejumlah anak untuk melaporkan pendeta Simsoni Yosua Daud Patola ke Polresta Kupang. Atas laporan itu Pendeta Yosua Daud Patola langsung ditahan.

Yayasan Pelita Hidup yang terletak di jalan W.J Lalamentik itu, diketahui menampung sebanyak 10 anak dibawah umur yang berasal dari Sumba Barat Daya (SBD). (Mhen).

Komentar