oleh

DPRD Minta Pemkab Mabar Perhatikan Masalah Sampah di Labuan Bajo

foto: suasana rapat Pandangan Fraksi terhadap RAPBD Mabar Tahun Anggaran 2018. Senin, (20/11/2017).

RADARNTT, Labuan Bajo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendesak Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Mabar memeperhatikan masalah sampah yang terkesan tak diperhatikan di Kota Labuan Bajo khusunya disekitar pantai.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Mabar dari Fraksi Partai Gerindra Yos Gagar dalam sidang Pandangan Fraksi terhadap RAPBD Mabar Tahun Anggaran 2018. Senin, (20/11/2017).

Dikatakan Yos, pihaknya mendapat informasi terkait kesimpulan dari rapat para imam sedaratan Flores beberapa waktu lalu, yang menyinggung soal joroknya kota Labuan Bajo.

“Saya mendapat informasi bahwa hasil pertemuan para imam sedaratan Flores Kabupaten Manggarai Barat direkomendasikan (sebagai) salah satu kabupaten terjorok sedaratan Flores,” ujar Yos.

Walaupun demikian kata Yos, rekomendasi itu merupakan cambukan bagi Pemda Mabar. Ia menyebutkan rekomendasi tersebut mesti dilihat secara objektif.

“Kita jangan membenci mereka. Kita harus melihat secara objektif dan ini menjadi cambukan bagi kita. Tetapi jangan sampai membuat Pemda lemah,” katanya.

Selain masalah sampah, Ketua DPRD Mabar Belasius Jeramun juga meminta Bupati agar menertibkan bangunan liar tanpa IMB di Kota Labuan Bajo. Marianus menyebutkan banyak bangunan yang telah disegel Pol PP namun masih beroprasi meski ada tanda penyegelan, bahkan Marianus meminta pemkab Mabar agar tidak menebang pilih saat penindakan.

“Banyak bangunan liar yang belum mengantong ijin, ada juga bangunan yang masih segel tapi dibiarkan beroprasi. Tolong Pol PP jangan tebang pilih saat mertibkan bangunan,” ujarnya

Bupati Mabar Agustinus Ch Dula pada kesempatan itu langsung merespon permintaan Yos Gagar. Bupati mengatakan, Pemda Mabar tidak mungkin tinggal diam mengatasi persoalan sampah.

Bupati menyebutkan menyebut kritikan dari tokoh agama menjadi spirit bagi Pemda bersama DPRD.

“Karena tidak mungkin saat Labuan Bajo jadi kota destinasi wisata internasional, lalu bupati dan DPRD-nya diam,” katanya.

Ia menuturkan, mereka sedang mengajukan usulan ke pemerintah pusat untuk pengadaan speed boat kecil pengangkut sampah di tengah laut. (Mhen/rn)

Komentar