oleh

Dukung Prestasi Olahraga di Indonesia, SMA Keberbakatan Olahraga Hadir di Lewoleba

RADARNTT, Lembata – Meningkatkan prestasi Olahraga di Indonesia, rupanya tanggung jawab dan kepedulian seluruh warga negara, hal ini dibuktikan dengan tekat, nekat serta kemaun yang dituntut oleh rasa kepedulian terhadap bakat dan minat anak bangsa, atas dasar inilah  Yayasan Koker Niko Beeker mendirikan satu satunya Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta khusus Olahraga di Indonesia yang hadir di kabupaten Lembata Lewoleba Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Ketua Yayasan Koker Niko Beeker, Robert Bala, M.A.Dipl, SMA Keberbakatan Olahraga hadir di NTT khususnya di Lembata merupakan salah satu sekolah yang mengikuti gaung yang dicanangkan Jokowi untuk meningkatkan prestasi Olahraga di Indonesia, Target pemerintahan Jokowi akan mendirikan Sekolah Keberbakatan Olahraga Negeri di tiap provinsi. Hingga saat ini baru 14 provinsi yang memilikinya termasuk NTT. Sementara itu SMA Keberbakatan Olahraga Swasta merupakan terobosan pertama di Indonesia dan dilaksanakan di Lewoleba Lembata.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan Surat Izin Operasional dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT No 421/5004/Pend/2-17 maka tahun ajaran 2017/2018, SMA Keberbakatan Olahraga San Bernardino akan dibuka di Ibu kota Lembata. Izin operasional akan diserahkan langsung oleh Kadis Pendidikan NTT, Drs Sinun Petrus Manuk, di hadapan 100 tokoh sesepuh Lembata pada Kamis pagi, 8 Juni 2017.

“Mendidirkan  SMA jalur khusus tentunya  tidak semuda membalikkan telapak tangan, akan tetapi membutuhkan proses yang cukup rumit, dan hal itu kami sudah jalankan seperti  sosialisasi ke semua SMP di seluruh Lembata, dan kami juga telah terdata 300 siswa yang ingin mengenyam pendidikan di Sekoah Keberbaktan ini namun Yayasan hanya akan menerima 150 siswa terbaik,”ujarnya.

Pada tempat yang sama, Pembina dan Pedndiri Yayasan Koker Niko Beeker, Wilem Lodjor yang juga pemilik Lembata King Boxing Jakarta menuturkan bahwa sebagai sebuah ciri khas SMA Keberbakatan Olahraga Lembata  akan fokus pada Atletik, pasalnya Atletik adalah ibu semua cabang olahraga. Dari atletik akan dikembangkan sesuai minat dan bakat siswa entah ke renang, tinju, bola kaki, volley, basket, dan jenis permainan lainnya.

Sementara Wakil Yayasan Damianus Dai Koban, M.Pd memiliki optimisme yang sama bahwa orang Lembata sangat menonjol dalam bidang atletik. “Kita terbiasa jalan kaki, berburu, yang bila dikembangkan maka tidak heran kalau lahir atlit, kita berharap Lembata bisa jadi ‘Etiopianya’ Asia, rahim darinya lahir pelari nasional maupun internasional,” pungkas Dai.

Paulus Doni Ruing yang juga pembina Yayasan menambahkan bahwa untuk menambah antusiasme dalam bidang atletik, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Lomba lari 10 K dari Hadakewa ke Lewoleba.Perlombaan ini akan sekaligus menghadirkan pelari internasional Eduardus Nabunome untuk sekalgius merancang upaya memecahkan 16 rekor tak terkalahankan dari Eduardus Nabunome sendiri sejak awal sudah bekerjasama dengan Yayasan KOKER NIKO BEEKER untuk memberikan wadah yang kuat bagi pengembangan olahraga di Lembata.

Aneka event lain akan terus dikembangkan. Sebelum SMA Keberbakatan Olahraga didirikan, Yayasan KOKER NIKO BEEKER telah secara kontinyu menghadirkan olahragawan nasional maupun internasional seperti Elyas Picall, Chris John, dan tidak lama lagi Eduardus Nabunome. Semuanya merupakan sebuah pembelajaran langsung agar anak-anak muda termotivasi untuk dapat mengembangkan diri secara sehat dalam bidang olahraga dan bukan ke hal-hal negatif, demikian Niko Hukulima Lejab .

Kolaborasi Lewotana – Lewopana.

Proses pendirian SMA Keberbakatan Olahraga, demikian Kristina Tere Pukay, merupakan sebuah proses panjang. Diawali dengan perayaan Emas martir P. Henricus Conrardus Beeker pada tahun 2006, disusul perayaan emas Imamat P. Nicholas Strawn SVD 2012, serta perayaan Emas SMP Lerek 2015, putera dan puteri asal Atadei menyadari bahwa niat dan dasar yang telah ditanamkan pendahulu harus dikembangkan.

Dengan kekuatan nilai adat (Koker) dan nilai persatuan (P. Niko) serta gebrakan kewirausahaan dari Pater Beeker, maka inisiatif itu segera disambut semua putera-puteri Lembata di tana rantau untuk mewujudkan sebuah Yayasan pada tanggal 31 Oktober 2016 dengan Akte Notaris 01 tanggal 03 November 2016 dan KepMenJumHam RI no AHU 0045938 AH 01 Tahun 2016.

Yaysan yang berpusat di Jakarta dan telah memiliki cabang di Lewoleba mendasarkan lima Nilai sebagai acuan yakni Kejujuran, Komitmen, Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaborasi. Dengan tekad itu, Yayasan Koker berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dalam bidang olahraga. Hal senada ditekankan Niko Hukulima Lejab sekretaris Jenderal Yayasan. Bagi Hukulima, dengan banyak ide gemilang dapat dilakukan sejauh nilai-nilai dasar ini dapat dihidupi dan dikembangkan tidak saja di Yayasan tetapi harus juga menyata dalam kehidupan bermasyarakat di Lembata.

Untuk target ke depan. Ketua Cabang Koker Lembata, Yosef C Pati Lajar menyakinkan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga akan menjadi sebuah kombinasi yang baik antara putera puteri di lewopana dan putera dan puteri Lewotana. Model kerjasama dan kolaborasi ini akan menjadi sebuah role model untuk pengembangan pendidikan di Lembata.

Sementara itu Marsel Lidun Tolok, Kepala SMA Keberbakatan Olahraga San Bernardino menambahkan bahwa pendidikan akhlak dan moral akan sangat diprioritaskan di sekolah ini. Menjadi atlti tidak saja pintar olahraga, bisa bermain bola, bisa berlari tetapi terutama adalah akhlak. Seorang atlit adalah orang yang sangat menonjol dalam bidang moral dan menjadi contoh dalam sebuah hidupan remaja yang sehat.

Penekanan tentang akhlak, demikian Lidun, saat ditekankan oleh Pa Piter Manuk, saat menjadi penjabat bupati Lembata. Manuk yang sekaligus pembina Yayasan KOKER NIKO BEEKER dan menjadi salah satu alumnus SDK Lerek menekankan bahwa di era global seperti ini, akhlak mulia sangat ditekankan. Pesan itu yang ingin dijaga sebagai sebuah marwah di SMA Keberbakatan Olahraga Lembata ini. (* RN)

 

Komentar