oleh

Gubernur Bali dan NTT Ikut Perayaan Natal & Tahun Baru IKFB

DENPASAR, RADAR NTT – Ikatan Keluarga Flobamora (Flores Sumba, Timor,Alor) Bali mengukir sejarah dengan menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru akabar yang digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar Bali pada, Minggu (15/1/2017). Dalam acara tersebut, sejumlah Tokoh Tokoh penting di Bali dan NTT ikut hadir memeriahkan acara Natal akbar tersebut. Kedua Gubernur yakni Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Gubernur NTT Frans Lebu Raya beserta istri dan sejumlah bupati di Bali, wakil dari Kodam Udayana, Polda Bali, Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San, Pr dan tokoh lintas agama, Ketua FKUB Bali, tokoh-tokoh Ormas, tokoh masyarakat dan ribuan warga Flobamora ikut hadir untuk memeriahkan acara Natal dan tahun baru bersama yang akbar.

Menariknya dalam acara Natal akbar Flobamora tahun 6 tokoh lintas agama Provinsi Bali mendeklarasikan sikap anti intoleransi di Indonesia yang dapat memecahbelahkan Bangsa Indonesia.  Dalam deklarasi tokoh lintas agama tersebut dipimpin oleh Ketua Forum Kerukuman Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali Ida Ngurah Suasta saat mengikuti acara Natal dan Tahun Baru bersama Paguyuban Flobamora Bali. Pesan perdamaian yang dideklarasikan tersebut sangat koheren dengan tema perayaan Natal dan Tahun Baru yang dicanangkan Flobamora Bali yani “Cinta Kasih Flobamora Bali untuk Indonesia”.

Seruan perdamaian itu dibacakan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Dalam seruanya, mereka mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk menghormati keberagaman Indonesia, dan saling menjunjung tinggi hak asasi setiap warga negara. Mereka juga dengan tegas meminta untuk menanggalkan perilaku hidup intoleran di Indonesia. Usai membacakan Seruan Tambor Perdamaian tokoh lintas agama tersebut, masing-masing tokoh agama itu kemudian memukul Tambor Perdamaian. “Semoga bunyi Tambor Perdamaian itu menggema dari Bali untuk Indonesia,” ujarnya.

Yang menariknya lagi Ketua Panitia Perayaan Natal tersebut dari kalangan Muslim, Umar Ibnu Alkhatab menjelaskan semangat hidup toleransi dalam kehidupan beragama di Tanah Air sedang mengalami tantangan berat. Gerakan kelompok radikal yang mengoyak semangat toleransi masih dijumpai di sejumlah tempat di Tanah Air. Fenomena memprihatinkan itu disikapi oleh tokoh lintas agama di Bali dalam acara perayaan Natal dan Tahun Baru bersama. “Mereka menyerukan perdamaian untuk Indonesia. Seruan perdamaian itu disampaikan dengan membacakan “Seruan Tambor Perdamaian Flobamora Bali Tahun 2017” ujarnya usai perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Besar Flobamora- Bali, di GOR Lila Buana, Denpasar, Minggu (15/1) malam.

Berikut isi Seruan Tambor Perdamaian tokoh lintas agama di Bali tersebut. “Kami tokoh lintas agama, dengan ini menyerukan pentingnya menghormati keberagaman kita sebagai bangsa, menjunjung tinggi hak asasi setiap warga warg negara dan meninggalkan budaya intoleransi. Hanya dengan inilah bangsa Indonesia dapat dipertahamkan sampai kapanpun”.

Semangat toleransi dan menghargai keberagaman ditunjukkan Flobamora Bali dengan menempatkan tokoh muslim sebagai ketua dan sekretaris panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Besar Flobamora- Bali. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, spirit toleransi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Flobamora Bali ini hendaknya menjadi inspirasi dalam gerakkan merawat keberagaman Indonesia. Karena itu, kata Umar, perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Flobamora Bali ini mengangkat teman “Cinta Kasih Flibamora Bali untuk Indonesia”. Putra Flores Timur yang menahkodai Ombudsman RI Perwakilan Bali ini melanjutkan, spirit toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman dalam kegiatan tersebut, juga sebagai penegasan terhadap kehidupan sosial di NTT, yang mencatatkan diri sebagai daerah dengan tingakat toleransi paling tinggi di Indonesia dalam kehidupan beragama. “Kami yang muslim jadi panitia. Ini bisa diadopsi sebagai pesan perdamaian dan semangat hidup toleransi untuk Indonesia. Ini juga mempertegas kehidupan sosial NTT yang kondusif, bahwa di mana pun kita berada, khususnya di Pulau Dewata, kita senantiasa menjaga semangat toleransi dan merawat keberagaman,” katanya. (*Rio/radarntt)

Komentar