oleh

Hermanus Man : Sukseskan Kampung KB , Libatkan Tokoh Agama, Adat dan Masyarakat

RADARNTT, Kupang – Untuk mensukseskan Program Kampung Keluarga Berencana (KB) di empat Kelurahan di kota Kupang, perlu melibatkan unsur tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat, dengan melakukan pendataan masyarakat sasaran program secara baik dan benar.

Demikian hal ini disampaikan Wakil Walikota Kupang dr. Hermanus Man dalam acara Pencanangan Kampung KB Sungkaen di Kelurahan Naimata Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa, (19/9/2017).

Menurut Wakil Walikota yang barusan dilantik pada 22 Agustus lalu, peran tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dalam mensukseskan program Nasional Kampung KB ini sangatlah penting, katanya, ketiga unsur utama inilah yang harus dikolaborasi menjadi satu kekuatan dalam membangun dan mensukseskan seluruh program melalui Kampung KB tersebut.

Herman berharap, empat kelurahan yakni kelurahan Naimata, Oebufu, Manutapen dan Naikoten I harus melibatkan elemen terkait dan pendataan penduduk secara akurat untuk mensukseskan program tersebut.

Secara umum, kata Wakil Walikota dua periode ini, tujuan KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung serta pembangunan sektor terkait lainya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Selain itu, sambung Herman, Kampung KB ini dibentuk oleh pemerintah, juga melibatkan lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat dalam menyelenggarakan program KB serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

Pada tempat yang sama Lurah Naimata Melianus Benggu mengatakan, mendengar istilah “kampung”, kesan pertama yang muncul dibenak kita pasti tertuju pada suatu tempat hunian dari sekumpulan orang atau keluarga dengan segala keterbelakangan, keterbatasan, tertinggal, kolot, kumuh, terpencil dan masih ada sebutan minus lainnya yang berhubungan dengan kampung.

Memang tidak dapat kita pungkiri, lanjut Benggu, bahwa kampung sangat identik dengan istilah-istilah seperti itu, begitu juga halnya dengan istilah Kampung KB yang akhir-akhir ini menjadi icon yang cukup populer, tidak hanya di kalangan para pengelola program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK).

Benggu menambahkan, Naimata adalah salah satu kelurahan yang cukup dekat dengan pusat kota, yang memiliki keunikan dengan kentalnya budaya Timor, “kalau orang mau berkunjung ke Naimata pasti dia merasa heran karena disini tampilan wajahnya masih kampung, dan karena kampung inilah maka hari ini Kampung KB Sungkaen juga menjadi satu tempat yang perlu dibangun secara bersama oleh seluruh elemen yang ada di kelurahan Naimata,” ujarnya.

Melalui pencanangan Kampung KB Sungkaen di Naimata, Benggu juga meminta kepada pemerintah Kota Kupang untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan menyediakan fasilitas umum lainnya seperti, infrastrukur jalan, air bersih dan penerangan jalan.

Selain itu, kata Benggu, mayoritas masyarakat kelurahan Naimata adalah petani, maka dirinya meminta kepada pemerintah Kota Kupang melalui Wakil Walikota Kupang, Bapak Hermanus Man, “saya mohon pemerintah kota membangun titik sumur bor sebagai faktor utama dalam mensukseskan usaha pertanian masyarakat”, ungkapnya. (Tim/RN)

Komentar