oleh

Ini Alasan Demokrat Menolak Voting RUU Pemilu dan Pilih Walk Out

-Nasional, News-1.094 views

RADARNTT.CO, Jakarta – Fraksi Partai Demokrat menolak melakukan voting dalam rapat paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu pada Kamis, 20/7/2017 tengah malam, di Gedung DPR Senayan. Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Dr. Benny K. Harman, SH, mengungkapkan, fraksinya melihat presidential threshold inkonstitusional. Maka dari itu, Demokrat mengaku tak mau bertanggung jawab atas hasil voting dalam rapat paripurna kali ini.

“Memang voting meknisme keputusan demokratis. tapi ingat, konstitusionalitas sebuah norma tidak boleh voting. Oleh karena itu, perkenankan fraksi Partai Demokrat tidak ikut ambil bagian dalam mekanisme voting, sehingga kami tidak mau bertanggung jawab apa pun atau mengambil bagian dari voting ini karena kelak melanggar konstitusi,” ujarnya.

Selain Partai Demokrat, fraksi lain yang juga walk out adalah Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Amanat Nasional, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Keempat partai ini merupakan pendukung opsi paket B yang mencakup presidential threshold 0 persen. Menurut pengakuan politisi Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Fadlizon usai putusan paripurna, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan uji materi UU tersebut ke Mahkamah Konstitusi dalam waktu dekat.

Sebagaimana diketahui, RUU Pemilu sudah ditetapkan oleh paripurna DPR menjadi UU, tapi belum diundangkan dan masuk lembaran negara ( Yolf/RN)

 

Komentar