oleh

Jaringan Kelmpok ISIS, Terduga Tiga WNI Dideportasi Dari Turki

 RADARNTT, Denpasar – Diduga bergabung dengan jaringan kelompok ISIS, tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dideportase oleh pemerintah Turki. Ketiga terduga jaringan kelompok ISIS tersebut yakni AR ( 20), BSIR (48), dan ZZG (17). Dari ketiga terduga jaringan ISIS tersebut salah satunya perempuan yakni ZZG. Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja saat memberikan keterangan kepada wartawan pada, Minggu (23/4) di Polda Bali menjelaskan jika WNI tersebut dideportase dari Turki melalui Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan menggunakan pesawat Emirat Airlines EK398 dari Dubai pada, Jumat (21/4)  sekitar pukul 21. 40 Wita.

Saat tiba di Bandara Ngurah Rai Bali, mereka langsung diarahkan menuju counter imigrasi untuk stamp pasport. Dan selang beberapa jam kemudian yakni sekitar pukul 22. 30 Wita  oleh petugas Imigrasi, mereka dibawa ke ruang kantor imigrasi kedatangan internasional untuk dimintai keterangan oleh Densus 88 Polda Bali. Saat diinterogasi oleh Polda Bali, ketiga terduga jaringan kelompok ISIS ini mengaku berangkat dari Bali ke Jakarta dengan pesawat Garuda. Kemudian dari Jakarta menuju Turki menggunakan pesawat Turki Airlines pada 28 Maret 2017 lalu. Kabid Humas Polda Bali menjelaskan, ketiga kelompok terduga jaringan ISIS ini tiba di Turki pada tanggal 29 Maret 2017 dan kemudian ditahan oleh polisi Turki selama 20 hari dengan alasan dokumen tidak lengkap. Selama ditahan mereka dikasih makan roti dua kali sehari oleh aparat setempat.

Hengky menjelaskan, salah satu dari mereka yakni inisial B S I R memebrikan keterangan bahwa ia mengantar anaknya Z Z G yang telah menikah (bulan Desember 2016) dengan A R ke Turki dalam rangka untuk berbulan madu. Namun mereka tidak bisa menunjukan dokumen nikah maupun akte nikah.

Mereka dideportasi dari Turki karena dokumen tidak lengkap.  Rencana awal mereka bertiga akan kembali ke Indonesia pada 27 April 2017 mendatang, namun dimajukan karena dideportasi oleh pemerntah Turki karena memiliki dokumen yang tidak lengkap. Sehingga waktu deportasi pun dimajukan pada 20 April 2017, karena tidak membawa dokumen lengkap.

Hingga saat ini ketiganya masih ditahan di Polda Bali untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Untuk pasporrt masing masing dibuat ditempat yang berbeda di Indonesia. A R membuat pasport di Karawang sementara B S I R tempat pengeluaran pasportnya di Tasikmalaya dan  Z Z G. (*Rio/RN)

 

Komentar