oleh

Jasad Bayi Tak Berkepala Ditemukan di Pantai Wetabua-Alor

-Alor, Hukrim, News-1.869 views

RADARNTT.CO, Kalabahi – Ditemukan dalam kondisi mengenaskan, jasad bayi naas tak berkepala dan tanpa jenis kelamin karena kehilangan beberapa bagian tubuhnya, di pantai Kelurahan Wetabua Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor, pada kamis 22/6/2017 sekitar jam 7 malam oleh warga setempat.

Anggota Polres Alor pun sigap turun ke lokasi melakukan olah TKP dan langsung mengevakuasi jasad bayi tersebut ke RSUD Kalabahi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Usai melakukan visum dan otopsi, lalu berkoordinasi dengan pihak berwajib, jasad bayi naas itu pun siap diserahkan untuk dikebumikan pada esok harinya.

Pihak RSUD melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial tapi tidak mendapat jawaban positif karena Kepala Dinas sedang bertugas di luar daerah, selain itu mereka menemui pihak Reskrim Polres Alor cuma mendapat jawaban pihaknya hanya bertugas penyelidikan, akhirnya mereka berusaha menemui Wakil Bupati itu pun menyuruh pihak RSUD saja yang urus penguburan.

Amat tragis nasib si bayi naas itu, sudah tidak mendapat tempat untuk hidup kini mati pun hampir tidak mendapat tempat untuk disemayamkan. Tentu tidak ada pihak yang bertanggungjawab atas jenasah bayi tersebut sebagai keluarga, sedangkan Pemerintah Daerah pun tidak siap menerima dan memakamkannya selayak manusia biasanya.

Seorang petugas rendahan berhati dermawan, Kepala Security RSUD Kalabahi, Yupiter Biri merelakan halaman rumah mertuanya sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi si bayi naas tersebut, setelah berkomunikasi dengan bapak mertuanya Yonas Kay Blegur dan keluarga mereka setuju dan menerima dengan senang hati.

Akhirnya, jenasah bayi naas itu didoakan pendeta Helena Pesang dan dimakamkan pada jumat, 23/6/2017 sekitar jam 12 siang di rumah bapak Yonas Kay Blegur di Sawah Lama, RT.10/RW.08 Kelurahan Nusa Kenari Kecamatan Teluk Mutiara.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Alor, Lodia Lahtang, S.Pd mengatakan, “kami menghubungi instansi terkait (Dinas Sosial; Red) tapi mereka berada di luar daerah, ada yang mengatakan mereka tidak punya dana untuk tahun ini”.

Menurut Lodia, salah satu masalah yang tak pernah selesai hingga saat ini yaitu tidak ada tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Kalabahi, kalau hal ini bisa diurusi dengan baik maka bisa jadi jalan keluar atas masalah seperti ini, masalah jenasah orang asing.

“Kami minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku buang bayi tersebut dan LPA akan serius mengkawal kasus ini”, kata Lodia. Selain upaya penindakan secara hukum bagi pelaku kejahatan, sangat diperlukan upaya pencegahan sejak dini agar tidak terjadi kasus serupa, imbuhnya.

Upaya pencegahan masalah sosial seperti ini kata Lodia, dapat dilakukan melalui kegiatan sosial berupa pendidikan dan pendampingan bagi pasangan usia subur (PUS), perempuan dan anak-anak, di berbagai komunitas terutama di rumah tangga dan sekolah, untuk menekan tingkat perselingkuhan dan perkawinan pra nikah yang kondisinya semakin memprihatinkan, tegas Lodia.

Usaha pencegahan ini butuh kesadaran bersama dan kerja bahu membahu semua pihak, sambungnya. Terutama pemerintah yang didukung penuh masyarakat dan NGO yang proaktif serta media massa yang mendidik, demikian pungkas Lodia. (Yolf/RN)

Komentar