oleh

Kristo Blasin : Butuh Martir Untuk NTT

-News-1.536 views

RADARNTT, Kupang – Situasi saat ini membuat orang cenderung mendewakan materi/uang sebagai penentu segala sesuatu yang mulai merasuk ke semua sendi kehidupan di daerah ini, termasuk urusan politik. Maka dibutuhkan seorang martir untuk melawan arus besar ini, demi NTT yang lebih adil dan bermartabat.

Membutuhkan figur yang berkomitmen teguh untuk memerangi situasi yang kian memburuk ini, “kita perlu seorang figur yang tidak mendewakan materi/uang, kendati dia memiliki materi/uang tapi rendah hati dan berlaku adil dan tidak menindas orang dengan materinya”, tegas Kristo Blasin kepada awak media di kediamannya Senin, (18/12/2017).

Kristo Balasin mengatakan, sebuah proses yang selalu dimulai dengan melihat takaran materi/uang maka yang terjadi selanjutnya adalah bagaimana berpikir dan berbuat untuk melipatgandakan materi/uang, untuk menutupi besarnya biaya pengeluaran dan untuk mendapat untung.

Untuk memutus kecenderungan ini, kata Kristo Blasin, membutuhkan figur yang berjiwa ksatria, bisa mengatakan tidak pada mendewakan materi dan bersedia melawan kaum pemodal dan rela mati untuk membela rakyatnya dari penindasan kapitalisme.

Kristo Blasin menjelaskan, pengalaman membuktikan siapa yang selalu mendewakan materi akan jatuh oleh materi juga. “Ada banyak pengalaman yang tersaji jelas seperti itu, orang yang selalu bermain uang dia akan jatuh oleh uang”, katanya.

Menurutnya, politik disalah kaprah selama ini sebagai putar balik atau tipu menipu. Politik, kata Kristo Blasin, tidak melulu materi/uang tapi dalam berpolitik yang lebih penting adalah modal sosial.

“Siapa yang memiliki basis sosial yang kuat di masyarakat, dia menjadi pemenang pertarungan politik karena didukung oleh kebanyakan masyarakat, dengan landasaran kejujuran dan kebenaran”, kata Kristo Blasin

Sehingga Pilkada serentak tahun 2018, yaitu Pilgub NTT dan 10 Pilbub menjadi momentum seleksi pemimpin yang tepat. “Kita memilih yang terbaik diantara yang jelek, kalau tidak ada yang baik menurut kita”, pungkas Kristo Blasin. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan