oleh

Manusia Era Digital dengan Cara Berpikir Kembar

-Info, News-1.958 views

Filsuf ternama asal Perancis Rene Descartes mengatakan cogito ergo sum, artinya “aku berpikir maka aku ada”. Cara berpikir manusia lah yang bisa menjadikan semakin manusiawinya manusia. Namun, bisa juga sebaliknya semakin tidak manusiawinya manusia.

Homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya, semestinya di era digital tidak lagi diajarkan atau dipamerkan dalam berbagai lini dan berbagai kegiatan. Aksi yang saling meniadakan satu sama lain, mengeliminasi eksistensi manusia.

Homo homini salus, manusia menjadi penyelamat bagi manusia lainnya, ini mungkin yang bisa menjadi simbol majunya atau tumbuh dan berkembangnya suatu peradaban. Semakin manusiawinya manusia menunjukkan hidup tumbuh dan berkembang dan semakin berharganya nilai-nilai kemanusiaan.

Di era digital sekarang ini ajaran-ajaran kebencian, saling mengadu domba, mengatasnamakan sesuatu yang dipaksakan dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Sikap pengajaran yang membuat pola berpikir seragam, sama saja dengan cuci otak. Mirip juga main gendam dan mempertololkan manusia. Ini merendahkan harkat martabat manusia, masyarakat bahkan suatu bangsa.

Berteriak teriak dengan label label yang tidak dipahaminya, membebek ke sana kemari karena memang tidak ada jati diri dan harga dirinya lagi. Merusak, merubuhkan, mengancam menjadi suatu kebanggaan. Dengan lantang menyatakan perjuangan untuk kemerdekaan. Cara-cara anarkis bukan heroism. Anarkisme itu cara2 unggulan premanisme. Ya memalukan menjijikkan bahkan memuakkan.

Heroisme sebagai patriot di era digital ini adalah semakin mampunya memanusiakan sesamanya. Meningkatnya kualitas hidup banyak orang. Demikian halnya dengan usaha-usaha untuk berkuasa. Kekuasan dan penguasaan sumber-sumber daya adalah untuk semakin meningkatnya kualitas hidup banyak orang. Semakin cerdas dan paham untuk mencintai bangsa dan negaranya.

Proses pengembaran cara berpikir merupakan penghianatan bagi kemanusiaan. Ini juga menjadi kejahatan bagi kemanusiaan. Pengembaran cara berpikir membuat otak tumpul tidak lagi kritis dan mematikan hati nurani. Lagi lagi manusia makan gabah dan batu walau tidak bertembolok. Tidak mampu lagi makan nasi atau olahan lainya karena matinya akal budi dan tidak lagi ingat harkat dan martabatnya sebagai manusia. (TIM/RN)

Komentar