oleh

Melky Laka Lena Apresiasi Kerukunan di Pesantren Walisanga Ende

-News-1.175 views

radarntt.co, Ende – Ditengah kasak-kusuk intoleransi di negeri, dengan persoalan kekerasaan atas nama radikalisme agama dan kepercayaan. Namun, masih ada harapan kedamaian untuk kesejukan bagi Indonesia, dari kaki gunung meja, ende, Flores, NTT. 

Betapa tidak, dari sinilah benih-benih kerukunan terus dijaga, dipelihara dan dipersembahkan kepada kepada semua anak bangsa untuk kedamaian.

Kamis (18/5/2017), diselah kegiatan sayembara ayo bangun NTT, Melki Laka Lena, Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia, terkejut saat mengunjungi Pondok Pesantren Walisanga Ende yang terletak di kaki gunung  Meja, jl. Ikan Duyung, Ende Selatan, Kelurahan Tetandara, Kabupaten Ende, menjadi sakai kerukunan itu.

Di tempat para santri menimba ilmu agama ini, Melki Laka Lena disuguhkan pemandangan luar biasa dan pengalaman yang sulit dilukiskan. Di kaki bukit gunung Meja, sebuah gunung berapi di tengah kota Ende, berdiri beberapa bangunan bertingkat yang menjadi tempat tinggal para santri.

Semua gedung megah ini adalah bantuan pemerintah melalui Kementerian Agama RI dan bantuan dari pihak Vatikan. Unik dan mungkin satu-satunya di Indonesia, Pondok Pesantren Walisanga ini dihuni oleh para santri dengan pendidik dan pendamping yang tidak biasa yakni diantara tenaga pendidik terdapat juga satu orang calon imam Katolik, Frater Yanuarius Jemi Taful, SVD yang melakukan Tahun Orentasi Pastoral (TOP).

Menurut kepala asrama Pondok Pesantren Walisanga, sudah sejak lama mereka menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan calon imam Katolik yakni Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero untuk selalu memperoleh bantuan tenaga frater praktek yang berkarya selama dua tahun purna waktu di tempat itu.

“Kami selalu menjalin kerja sama yang baik dengan lembaga STFK Ledalero untuk saling berbagi. Frater James ini berada bersama para santri tanpa kehilangan identitasnya sebagai calon imam Katolik, demikian pun para santri belajar dari mereka dengan tetap menjadi seorang Islam tulen.” Urai Rusman Umar, kepala asrama Ponpes Walisanga.

Frater James, sapaan akrab Frater Yanuarius Jemi Taful, SVD, menuturkan bahwa hubungan selama ini kerja sama antara pihak SVD dan Pondok Pesantren sangat erat. “Selama ini kalau ada makanan kurang di pondok pesantren selalu memberi bantuan beras atau maupun  sayuran,” ujarnya.

Melki Laka Lena sangat apresiasi hubungan antar agama yang sejak lama terbangun dengan sangat baik di Ende Flores dan NTT pada umumnya. “Inilah laboratorium kerukunan yang sesungguhnya di bumi Nusantara ini,” ujar melki. (Tim)

Komentar