oleh

Menanti Janji Bupati Tote , KOMSA Lakukan Penggalangan Dana Untuk Safrianus Loira

Radarntt.co,Denpasar – Janji Bupati Manggarai Timur, Yosep Tote untuk membantu Safrianus Loira (5 bulan) yang telah menjalankan operasi usus di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar-Bali hingga saat ini belum direalisasikan.

Untuk diketehui bahwa sebelumnya Yosep Tote telah berjanji untuk membantu warga asal  Nteweng, Desa Leong Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur tersebut untuk melunasi utang biaya oprasi senilai 75 juta rupiah tersebut.

Komunitas Manggarai Sanur, Denpasar – Bali (KOMSA) menilai sikap Bupati Tote yang tidak memenuhi janjinya sebagai bentuk ketidak mampuan orang nomor satu di Manggarai Timur tersebut dalam membantu warganya. “kami (KOMSA) menilai Bupati Tote tidak bertanggung jawan atas apa yang telah ia sampaikan kepada media bahwa dia akan membantu keluarga pasien. Tapi hingga hari ini balum ada bantuan dari Bupati Yosep Tote padahal ini warganya Bupati dari Manggarai Timur, jadi wajib dia (Bupati) bertanggung jawab,” ujar ketua KOMSA,Saverinus Matul saat dihubungi melalui sambungan seluler pada, Sabtu (8/4).

Serjana Ilmu Komunikasi ini pun memerintahkan KOMSA untuk menggagas dan melakukan aksi penggalangan dana di Denpasar Bali untuk membantu melunasi beban utang yang masih tersisa di RSUP Sanglah.

KOMSA melakukan penggalangan dana sejak Jumat (6/4) lalu. Hingga saat ini, pihaknya sudah mengumpulkan 2 juta rupiah. Aksi penggalangan dana ini terus dilakukan hingga akhir april. Tetapi tidak menutup kemungkinan aksi ini masih berlanjut gingga awal mei jika sisah utang pasien masih menumpuk.

Ada pun mekanisme yang dilakukan KOMSA dalam penggalangan dana yakni dengan membuat semacam form yang terdiri dari 5 kolom. Pada kolom pertama berisi nomor urut pemberi sumbangan dan pada kolom kedua tertera nama pemberi sumbangan. Sementara kolom ketiga berisi jumlah sumbangan. Pada kolom keempat berisi nomor kontak pemberi sumbangan dan pada kolom kelima  berisi tanda tangan pemberi sumbangan. hal ini dilakukan untuk menghindari tindakan penipuan atau penyelewengan yang lain.

“Sengaja kita buat kolom seperti itu pada daftar sumbangan. Untuk menghindari penipuan. Dan kami akan akan meminta keluarga pasien untuk menghubungi setiap pemberi sumbangan untuk memastika jumlah sumbangan yang diberikan. Pada intinya kami keluarga KOMSA memiliki visi yang sama untuk membantu kelaurga korban tanpa mengharapkan apa pun. Karena ini bagian dari aksi kemanusiaan,” ujar pria yang akrab disapa Rinus.

Sementara itu, wakil ketua KOMSA, Saverius Banscoan menjelaskan bahwa aksi penggalangan dana untuk Safrianus Loira merupakan gerakan moral yang patut diapresiasi. Karena itu, ia menghimbau kepada semua penggerak aksi solidaritas ini untuk tidak mengotori gerakan moral dengan tindakan penipuan.

“Ini murni gerakan moral ya, karena kita terpanggil untuk saling membantu sesama sebagai saudara tanpa melihat suku, ras, agama, atau kelompok. Kita membantu mencari solusi atas kebuntuan ini dengan cara melakukan penggalangan dana sambil menunggu bantuan dari Bupati Yosep Tote,” ujarnya.

Mahasiswa yang mengambil hukum ini meminta semua pihak untuk mengkawal gerakan moral tersebut. Dia menambahkan, keluarga KOMSA melakukan penggalangan dana sesuai dengan visi KOMSA yakni membantu keluarga yang berduka.“Apa yang kita lakukan ini sesungguhnya sesuai dengan visi KOMSA,” ujarnya.

Pada hari terakhir aksi nanti, Komsa akan memberikan dana hasil penggalangan tersebutserta lampiran nama pemberi sumbangan kepada pihak keluarga pasien. (*Rio/RN)

Komentar