oleh

Pemberantasan Korupsi Sebagai Isu Utama Membangun NTT

-News-1.414 views

RADARNTT, Kupang – Diskusi Meja Bundar Bakal Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), melahirkan tiga isu utama yang mendapat sorotan tajam dari tiga orang kandidat Gubernur NTT yaitu, Jacki Uly mengangkat isu Korupsi sebagai persoalan pokok yang perlu segera dituntaskan, sedangkan Iban Medah melihat Kemiskinan sebagai akar persoalan yang perlu segera dikerjakan, dan Marianus Sae mendorong Infrastruktur sebagai lokomotif pembangunan daerah ini.

Demikian terungkap tiga isu utama dari masing-masing kandidat yang menghadiri Diskusi Meja Bundar Bakal Calon Gubernur, Senin (23/10/2017) di Hotel Ima Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Jacki Uly mengatakan Korupsi sebagaimana sudah jadi rahasia umum, sudah dirilis oleh pihak yang berkompeten bahwa NTT menduduki peringkat empat terkorup di Indonesia. Hal ini menjadi problem yang turut menyumbang meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, dan berbagai keterbelakangan lainnya.

Menurut mantan Kapolda NTT dan Sulawesi Utara ini, persoalan korupsi dapat dipecahkan melalui dua pendekatan utama yaitu, penegakan hukum yang adil dan perlunya keteladanan kepemimpinan di semua level. Penegakan hukum, lanjut Jacki Uly, harus dilakukan secara adil dan konsisten oleh aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan KPK.

“Mari kita mendorong dan mendukung upaya penegakan hukum yang adil oleh aparat penegak hukum, kita juga jangan terus berprasangka buruk tapi mengawasi mereka dalam melaksanakan tugas”, tegas Jacki Uly.

Selain itu, kata Jacki Uly, kita sangat membutuhkan keteladanan pemimpin di berbagai level kepemimpinan baik di lingkup birokrasi, dunia usaha, partai politik, maupun di tingkat paling bawah di lapisan masyarakat. “Pemimpin harus menunjukan teladan dalam bersikap dan tutur kata, sederhana, jujur, adil, bersih dan berwibawa”, kata Jacki Uly.

Sesuai pengalamannya sebagai aparat kepolisian, Jacki Uly melihat korupsi sebagai akar masalah kemiskinan yang sangat nyata. Karena, menurutya korupsi adalah mengambil jatah orang kecil yang sudah direncanakan dalam kebijakan pembangunan, dikorupsi oleh segelintir orang untuk memperkaya diri dan kelompoknya tapi memiskinkan masyarakat umum yang tidak terlayani secara penuh karena kebocoran-kebocoran anggaran.

“Jika masalah korupsi dapat kita tuntaskan, tentu akan memberi multi efek pada semua bidang penganggaran pembangunan yang efektif dan efisien, kedisiplinan kerja aparatur pemerintah dan menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat”, pungkas Jacki Uly.

Di tempat yang sama, Iban Medah, menyoroti masalah Kemiskinan sebagai persoalan pokok yang perlu dikerjakan sebagai agenda prioritas yang mendorong dirinya ikut mencalonkan diri untuk maju sebagai calon Gubernur NTT.

Medah menawarkan pekerjaan rumah yang ditinggalkan pemerintahan saat ini, yaitu membangun pertanian, kelautan, peternakan, yang akan berdampak pada membuka lapangan kerja di pedesaan dan menurunkan angka pengangguran.

Selain itu, Marianus Sae yang turut hadir menyampaikan, NTT masih sangat tertinggal di bidang Infrastruktur sehingga masalah ini menjadi perhatian utama yang memotivasi dirinya maju dalam kontestasi pilkada Gubernur NTT tahun 2018. “Infrastruktur menjadi urat nadi pembangunan, yang akan memberikan nilai tambah pada semua sektor kehidupan masyarakat di desa”, tegasnya.

Marianus Sae, mengangkat tagline “Membangun NTT dari Desa”. Dia memprioritaskan pembangunan Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi. Sebagaimana pengalamannya sebagai Bupati Ngada dua periode, hal baik yang telah dilakukan akan direplikasi dalam konteks provinsi. (Yolf/RN)

Komentar