oleh

Pemberi Suap Akui Memberikan Uang 50 Jutaan ke Kasat Aldo, TPDI Cibir Polda NTT

RADARNTT, Ruteng – Setelah beberapa hari dibuat penasaran terkait teka -teki siapa kontraktor pemberi uang Rp 50 juta yang diterima Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Aldo Febrianto akhirnya terkuak. Senin (11/12) lalu seorang kontraktor yang disebut-sebut ternyata Direktur PT. Manggarai Multi Investasi (MMI), Yustinus Mahu.

Kepada wartawan, Yustinus mengaku jika dirinyalah yang memberikan uang sejumlah 50 juta tersebut kepada Iptu Aldo. “Ya, benar. Saya yang kasi uang itu,” ujarnya pada, Kamis (14/12) saat ditemui di Kantor DPRD Manggarai saat ditanya wartawan.

Ia membantah jika pemberian uang itu lantaran dirinya atau badan usaha milik daerah yang dipimpinnya itu berurusan dengan hukum. “Karena diminta saja makanya saya kasi. Diminta berkali-kali, terpaksa saya kasi saja to,” ujarnya.

Yustinus menuturkan Aldo tak sendirian ketika meminta uang tersebut. Aldo dibantu beberapa anggota satuannya, antara lain seorang polisi bernama Komang. Ia mengenal betul polisi bernama Komang itu karena seringkali menghubunginya untuk meminta uang.

“Dia SMS, telepon terus menerus. Saya masih simpan semua SMS dan teleponnya,” ujar Yustinus.

Komang yang dimaksudkan adalah Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi, I Komang Suita. Wartawan telah berusaha mewawancarainya, namun Komang tak ditemukan. Ruang kerjanya ditutup. Dari balik pintu kaca yang ditempeli stiker bergambar tikus itu, tak terlihat satu pun polisi di dalamnya.

Sementara itu, pasca terjaring OTT, Aldo Febrianto tidak segera ditahan. Ia bahkan masih bebas di Ruteng, Manggarai hingga Rabu (13/12) pagi. Hal itu diakui Wakapolres Manggarai Kompol Tri Joko Biantoro. “Tadi pagi baru dia (Aldo) berangkat ke Kupang,” kata Tri Joko saat ditemui di kantornya, Rabu siang.

Dikonfirmasi terpisah sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT, Jules Abraham Abas belum menjelaskan status hukum Aldo Febrianto. Bahkan pihaknya tidak menjawab ketika ditanya alasan Aldo masih terlihat bebas. Terkait dugaan keterlibatan anggota polisi lainnya, Jules menjawab, “Sementara kasusnya masih akan kita dalami.”

Sementara itu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus mencibir SOP yang dilakukan Polda NTT dalam menangani kasus OTT yang menjerat oknum polisi tersebut. Menurut dia ada sejumlah kejanggalan seperti hanya mengamankan uang 50 juta sementara pelaku tidak diamankan. Selain itu, tidak adanya pengembangan penyelidikan.  (Rio/RN)

Komentar