oleh

Pemda Flotim Kelola Laut Berbasis Kerakyatan dan Ramah Lingkungan

RADARNTT, Flotim – Wakil Bupati Flotim  Agustinus Payong Boli mengatakan, hal terpenting dalam pengelolaan sumberdaya kelautan adalah prinsip berbasis kerakyatan dan ramah lingkungan, menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dan penerima manfaat langsung secara berkelanjutan, hal ini disampaikannya saat dihubungi via telpon genggamnya, Jumat 26/5

Ia juga menjelaskan, sebagai daerah kepulauan sudah tentu kabupaten Flotim memiliki sejuta potensi bawah laut, ada yang sudah mulai dikelola dan ada yang belum tersentuh atau masih asri, seperti berbagai jenis ikan, mutiara, teripang, kerang, wisata bahari dan lainnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, jangan sampai untuk mengejar peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah yang tinggi pemerintah  menerapkan prinsip padat teknologi melalui investasi kapitalis dan bukan padat tenaga kerja, tapi bagaimana kita mensinergikan dan mengkolaborasi cara kerja, agar ada percepatan peningkatan pendapatan masyarakat sebagai pelaku ekonomi pesisir dan kelautan.

Ia mengaku bahwa pihaknya akan menggalang MoU dengan Pemda Alor dan Lembata, tentang Kawasan Ekonomi Berbasis Kelautan, sehingga khusus hasil laut di tiga kabupaten ini mulai dari budidaya, penangkapan ikan, pengolahan hasil, pemasaran hasil mentah, setengah jadi bahkan hasil jadi pabrikan ada di kawasan tiga kabupaten ini yang saling menopang satu sama lain.

MoU ini pun, kata dia akan mengatur tentang area penangkapan ikan di perairan tiga kabupaten tersebut, supaya tidak lagi terjadi saling tangkap nelayan antar kabupaten, tapi kita jadikan area kelola bersama dengan syarat saling menguntungkan.

Selain itu, aspek pelestarian ekosistem pesisir dan laut pun menjadi perhatian utama, kita menggunakan cara kerja yang ramah lingkungan, menjaga kebersihan laut dan pantai, bila perlu ada Satgas kebersihan pantai, agar mereka selalu melakukan patroli dan pemantauan, pasalnya  bumi ini hanya warisan anak cucu kepada kita.(*Yolf/RN)

Komentar