oleh

Pemekaran Provinsi Flores Belum Menjadi Prioritas

-Flores, News-2.021 views

Radarntt.co, Kupang – Pemekaran provinsi Flores justru akan menghilangkan identitas Provinsi NTT sebagai miniatur Indonesia dan menjadi tempat belajar “pluralisme”, demikian tegas Alexander Take Ofong, saat dijumpai dalam acara Rapat Konsolidasi Pemenangan Partai NasDem di Kator DPW Partai NasDem Provinsi NTT, pada Sabtu, 11/03/2017.

Orang sering mengatakan toleransi dan pluralisme ada di NTT, kata Alex. Realitas masyarakat provinsi NTT yang berpenduduk pemeluk Katolik 55,19%, Kriten Protestan (35,29%) dan 9,52% termasuk Islam dan lain-lain, komposisi yang hampir tesebar merata di semua pulau di wilayah NTT dan mereka hidup saling berdampingan dengan damai tanpa ada gesekan yang berdampak pada perpecahan, tandas Alex.

Toleransi antar umat beragama di NTT yang begitu eratnya, mesti terus dipupuk dan dijaga agar menjadi identitas ”jati diri orang NTT”, kata Alex penuh semangat. Dengan adanya pemekaran Flores, akan berpengaruh langsung pada pengkotakkan Flores yang identik dengan Katolik dan terlepasnya Flores sebagi daerah terluar dan perbatasan, karena tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Timor Leste dan Australia, imbuh Alex.

Selain itu, Alex mengatakan, isu pengembangan destinasi pariwisata akan timpang karena hanya lebih terfokus di Flores, seperti Komodo, Kelimutu, Semana Santa, yang kurang memberi dampak kepada pengembangan wilayah Timor, Sumba, Alor, Rote dan Sabu. Lanjutnya, namun jika kita masih utuh sebagai provinsi NTT maka program pengembangan wilayah terluar dan perbatasan dan pengembangan destinasi pariwisata akan dirasakan oleh semua wilayah, dimana ada daerah destinasi dan supporting bidang pariwisata, tegas Alex.

Melihat geopolitik provinsi NTT yang sangat strategis ini, bagi Alex, kedepannya kita bisa mengembangkan model sekolah Pancasila di Ende dan sekolah Pluralisme di Kota Kupang. Lanjutnya, agar orang bisa datang belajar tentang sejarah dan nilai-nilai Pancasila di tempat asal lahirnya butir-butir rumusan Pancasila oleh Bung Karno, sekaligus mempelajari model kerukunan antar umat beragama dan multi etnis yang mendiami negeri kepulauan ini, pungkas Alex. (Yolf/RN)

Komentar