oleh

PENA NTT Tetap Minta Mendikbud Minta Maaf

RADARNTT, Denpasar – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Efendi memenangkan “gugatan” atas Jawa Pos di Dewan Pers beberapa waktu lalu. 

Meski memenangkan gugatan tersebut, Perhimpunan Jurnalis NTT di Bali (PENA NTT) tetap meminta Mendikbud untuk

meminta maaf kepada masyarakat NTT karena pernyataannya sudah terlanjur dipublikasi. 

Ketua PENA NTT Emanuel Dewata Oja alias Edo menegaskan bahwa dalam putusan Dewan Pers yang salinannya diterima PENA NTT, Jawa Pos melanggar kode etik karena pernyataan Mendikbud itu bersifat off the record (tidak untuk diberitakan, red).

Menurut Edo, karena pernyataan itu bersifat off the record, itu artinya Mendikbud benar mengeluarkan pernyataan yang melukai hati masyarakat NTT, sebagaimana diberitakan Jawa Pos pada 4 Desember lalu. Soal pelanggaran kode etik oleh Jawa Pos, kata Edo, itu urusan Mendikbud dengan Jawa Pos.

“Karena itu kami meminta Pak Menteri (Mndikbud) untuk meminta maaf atas pernyataannya,” kata Edo, saat memimpin rapat PENA NTT di Denpasar, Kamis (21/12).

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris PWI Provinsi Bali ini mengatakan, beberapa hari terakhir PENA NTT tidak ngotot meminta Mendikbud meminta maaf kendati mengingkari janjinya untuk menyerahkan rekaman dan transkrip pernyataannya kepada PENA NTT.

“Sebab kami menghargai proses yang sedang berjalan di Dewan Pers. Namun, setelah kami membaca isi risalah penyelesaian dari Dewan Pers tersebut, pak menteri tetap harus meminta maaf,” tegas Edo.

Lebih lanjut ia mengatakan, Mendikbud dijadwalkan akan menghadiri Rapat Terbatas kabinet yang dipimpin presiden Joko Widodo, di Denpasar, Jumat (22/12).

Edo berharap, Mndikbud bisa meluangkan waktunya saat berada di Denpasar untuk menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya. “Kami berharap besok bisa bertemu dengan pak Menteri untuk menyudahi kegaduhan ini. Jadi beliau tak perlu lagi mengundang kami ke Jakarta,” ujarnya.

Menurut Edo, mala mini pihaknya terus berkoordinasi dengan Mendikbud. PENA

NTT, kata Edo, mempertimbangkan untuk turun ke jalan menggelar aksi damai saat presiden Jokowi tiba di Denpasar besok.

“Agar protes kami atas pernyataan Mendikbud bisa didengar juga oleh presiden Jokowi. Tapi soal rencana aksi damai ini masih tetap kita bahas mala mini sambil koordinasi dengan pak Menteri,” ujarnya. (Rio/RN)

Komentar