oleh

Pengadilan Tipikor Kupang Gelar Pemeriksaan Setempat Kasus Dugaan Korupsi Lando Noa

Labuan Bajo – Pengadilan Tipikor Kupang menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) Dugaan korupsi proyek jalan Lando Noa di Lando-Noa, di Kecamatan Macang Pacar Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Jumat (25/8/ 2017).

 

Pemeriksaan Setempat itu, dipimpin oleh ketua mejelis Muhamad Soleh didampingi oleh hakim anggota Gustaf Marpaung dan Ibnu Kholig.

 

Dalam PS itu juga hadir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jaksa penuntut umum (JPU), penyidik Reskrim Polres Mabar, Politeknik Negeri Kupang, BPKP dan Dua terdakwa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Agus Tama dan Direktur PT.Sinar Lembor, Vinsen.

 

Pantauan media ini, pemeriksaan setempat dimulai sekitar pukul 11.30 Wita dimulai dari kampung Lumpung dan berakhir di Kampung Compang pada pukul 15:58 Wita.

 

Dititik awal lokasi pemeriksaan, Majelis Hakim meminta tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang Diarto, menjeleskan hasil investigasi yang telah mereka lakukan.

 

Di hadapan majelis hakim Diarto menjelaskan, sesuai hasil uji laboraturium material yang digunakan oleh PT. Sinar Lembor dalam pengerjaan jalan Lando-Noa tidak sesuai spesifikasi.

 

“Kami ada foto-foto pengerjaan awal deker ini,’’ kata Diarto.

 

Alex Tunggal, Ayah dari terdakwa Vinsen yang hadir dalam PS itu menanyakan hasil uji Laboraturium dari Politeknik Kupang.

 

“Maaf hakim, saya mau tanya Politeknik Kupang. Apa bisa material yang sudah dicampuri semen bisa diuji ke Lab,’’ tutur Alex Tunggal.

 

Direktur PT.Sinar Lembor, Vinsen di hadapan majelis hakim mengatakan tidak setuju dengan kata jalan yang penuh lubang.

 

Menurutnya, dirinya hanya mengerjakan proyek mengunakan material yang sesuai spesifikasi dari Bidang Bina Marga Dinas PU, Kabupaten Mabar.

 

“Tidak setuju dengan kata ada banyak lubang. Kita turunkan material di lokasi proyek sesuai yang ditunjuk oleh Bina Marga,’’ ujar Vinsen. (Rn).

 

foto: suasana PS di Lando Noa, Mancang Pacar, Mabar.

Komentar

Jangan Lewatkan