oleh

Penunjukan Marianus Sae, Keunggulan PKB Mendikte PDIP

-News-1.378 views

RADARNTT, Kupang – Penunjukan Marianus Sae sebagai bakal calon Gubernur NTT adalah keunggulan PKB, kemampuan dan kematangan komunikasi politik seorang Yucun Lepa yang mampu mendikte PDIP untuk menerima Marianus yang selama ini menjadi konsennya PKB.

Demikian kata pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang kepada awak media Senin, (18/12/2017).

Secara politis, katanya, hasil ini merupakan kekalahan PDIP dan kemenangan PKB. “Jika paket ini menang maka kekuasaan dimiliki PKB bukan PDIP. Jadi PDIP sudah jatuh tertimpa tangga”, ungkap Atang.

PDIP terkenal dengan basis massa dan kader yang solid dan ideologis. “Namun, dengan adanya penunjukan pasangan Marianus-Nomleni akan berpengaruh terhadap soliditas kader dan pengurus PDIP dan konflik kepentingan akan mengemuka”, imbuh Atang

Karena itu, menurutnya penunjukan Marianus secara struktural hirarkhis kepartaian di pusat sudah final tapi akan terjadi pembangkangan terselubung di kalangan struktur bawah.

“Untuk menang paket ini harus kerja ekstra keras karena banyak hadangan, apalagi pasangan ini masih terasa asing di mata publik”, pungkas Atang.

Sementara itu, Kristo Blasin, yang ditemui di kediamannya pagi tadi mengatakan, PDIP sebagai partai besar dan sedang berkuasa di daerah ini sepertinya dihinggapi penyakit insomnia, orang-orang yang lebih tepatnya disebut para elite partai sedang dihinggapi penyakit lupa.

“Partai yang selama ini selalu berada di garis kader, tapi begitu gampangnya lupa dan melepas para kadernya dan mendukung orang yang baru muncul satu-dua bulan karena pencitraan”, kata Blasin.

Menurutnya, keputusan mengusung pasangan Manianus Sae-Emy Nomleni mencerminkan arogansi elite partai yang menistakan para kader, padahal kader yang selama ini berdarah-darah membangun partai di daerah ini.

Dia mengatakan, ada sekitar empat kader partai yang turut berproses sejak awal, seperti Lusia Adinda, Ray Fernandez, Daniel Tagudedo dan dirinya, tapi dibuang begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Masih bisa diterima, jika salah satu diantara empat kader ini yang diusung partai. Tapi dengan keputusan saat ini, menurutnya sangat melukai hati para kader dan anggota partai.

“Hanya demi menang, kita mengabaikan nilai dan roh perjuangan partai. Dengan keputusan ini, kita sudah kangkangi sendiri proses kaderisasi dan doktrinasi nilai yang berjalan selama ini”, kata mantan DPRD NTT tiga periode. (Yolf/RN)

Komentar