oleh

Pilkada Menentukan Posisi Dan Tugas Pemimpin Politik

-Ekonomi, News-1.023 views

RADARNTT, Kupang – Posisi dan tugas pemimpin politik adalah strategis dan  power-full, karena mendapat mandat langsung dari rakyat. Tegas, hal ini dikatakan oleh Alexander Take Ofong, saat menyampaikan pokok pemikiran sebagai panelis dalam Sarasehan Politik, bertema “Kepemimpinan Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan di NTT” yang diselenggarakan oleh Komisariat Daerah PMKRI Regio Timor di Aula Kopdit Solidaritas Kupang, Jumat (7/4/2017).

Posisi dan tugas pemimpin politik yang strategis dan power-full, harus mampu melahirkan kebijakan atau regulasi, menciptakan kohesivitas dan gotong-royong di masyarakat sehingga tercipta kondisi yang kondusif melaksanakan segala program pembangunan yang menjamin tercapainya kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, sejahtera dan bermartabat.

Menurutnya, membangun ekonomi berbasis kerakyatan adalah segala upaya sadar untuk mencapai kesejateraan rakyat  berbasiskan potensi dan sumber daya yang dimiliki rakyat. Untuk mencapai hal itu,  sangat diperlukan manajemen sumberdaya atas lima sumberdaya yang tersedia, yaitu: sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya sosial, sumberdaya infrastuktur dan sumberdaya finansial.

Ia menambahkan, dalam mengelola sumberdaya yang tersedia selalu tak luput dari hantaman krisis dan shocks, maka diperlukan tata kebijakan pembangunan yang sensitif mitigasi bencana, karena NTT selalu digoncang bencana dan menimbulkan kerusakan dasyat.

Lebih jauh dikatakannya, pemimpin tidak bisa sendirian mengelola semua sumberdaya, tetapi memainkan peran manager dalam memaksimalkan semua potensi yang tersedia melalui kerjasama kelembagaan secara transparan dan profesional dan melibatkan perguruan tinggi, lembaga keuangan, LSM, kelompok-kelompok kreatif, pemuda dan mahasiswa.

“Merefleksi kondisi NTT saat ini, menurut saya kita punya beberapa isu utama yang perlu dikelola secara baik dan bertanggungjawab, yakni, kedaulatan pangan, kedaulatan air, kedaulatan energi, pariwisata berbasis kerakyatan, infrastuktur dan kualitas SDM melalui gerakan literasi”. pungkasnya.

Acara sarasehan ini juga dihadiri oleh panelis lainnya Drs. Ibrahim A. Medah, Honing Sani, Antonius Doni Dihen dan keynote speaker Dr. Thomas Ola Langoday. Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif PMKRI dengan tujuan untuk bertukar gagasan oleh para bakal calon Gubernur NTT yang akan bertarung dalam Pilgub tahun 2018.  (Yolf/RN)

Komentar