oleh

Polres Rote Ndao Terapkan e-tilang, Siap Arahkan Pelanggar Sesuai Aturan

RADARNTT, Rote Ndao – Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menerapkan e-tilang bagi pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Pelanggar boleh memilih untuk membayar denda pelanggaran di bank terdekat atau sidang di hari lain. Penerapan sistem yang belum lama diluncurkan itu baru dua bulan diberlakukan bagi pengendara kendaraan bermotor  di Rote Ndao, hal ini disampaikan oleh Kasad Lantas Polres Rote Ndao Iptu Andry Aryansyah,sik saat dijumpai media ini diruang kerjanya, Senin 29/05.

Andry Menjelaskan bahwa pelanggar yang melakukan kesalahan ketika berlalu lintas maka di kenakan sangsi dan sangsi tersebut langsung di berikan berupa slip bukti tilang, sesuai dengan perkap melalui aturan presiden Republik indonesia maka Kapolri dan Mahkama agung serta kejaksaan Agung telah memberlakukan aturan e-tilang secara Nasional.

Selain itu kata Andry ketika pelanggar di kenakan e-tilang, maka pelanggar pengendara bermotor agar menyetor langsung ke Bank sesuai dengan pasal yang di kenakannya.

Dirinya mencotohkan misalnya pelanggar tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM),Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor( STNKB), dan Tidak mengenakan helm maka selanjutnya di berikan slip atau blangko tilang dan membayar langsung di Bank.

Lebih lanjut di tambahkannya, bahwa sesuai dengan data aplikasi nama pelanggar dan di isi aplikasi sesuai biodata pelanggar dan di send kemudian mendapat notis yang juga tercantum no hand phone pelanggar yang akan di hubungi untuk mendapat nomor seri untuk dendanya.

“e-tilang ini di berlakukan Januari 2017 tapi di Rote Ndao sementara berjalan baru dua bulan terakhir hal ini dikarenakan masih dalam tahapan sosialisasi dan koordinasi dengan pihak pengadilan,”ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya, setelah mendapat nomor seri akan diberikan juga slip atau (blangko) berwarna biru untuk mengikuti sidang di pengadilan, itu pun kalau pelanggar tidak mampu membayar di Bank, tapi pelanggar laluluntas bisa membayarnya maka menunjukan bukti pelunasan tersebut agar barang bukti yang ada pada petugas di kembalikan.

Disisi lain ia merincikan denda maksimum yang harus di bayarkan bila tidak memiliki SIM maka pelanggar harus membayar  sebesar Rp.1.000.000, tidak menggunakan helm ketika berkendara di jalan maka dendanya Rp.250.000, kalau ditemukan hal seperti itu maka, tidak ada tawar menawar bagi pelanggar,dengan demikian disiplin saat berkendaraan bermotor bisa minimalisir tingkat kecelakaan serta menjadi efek jerah bagi pengendara kendaraan bermotor.

Untuk diketahui sebuah keanehan bagi pengendara kendaran bermotor didaerah itu, memiliki rasa patuh terhadap aturan lalulintas bukan karena menjunjung tinggi keselamatan nyawa, tapi kepatuhan karena takut terhadap petugas polantas yang sedang bertugas, hal ini terbukti dari beberapa pengamatannya saat dilakukan razia didaerah itu. seperti oprasi Zebra,Patuh,Simpatik,Ketupat,Sanasanta, (*Tony/RN)

 

Komentar