oleh

Proyek Gedung SMPN Satap Landu Capai 90 Persen Fisik dan Anggaran

RADARNTT, Ba’a – Pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) di desa Landu, kecamatan Rote Barat Daya, kabupaten Rote Ndao, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mencapai 90 persen pekerjaan fisik dan anggaran.

Proyek gedung SMPN Satap pulau Landu bersumber dari dana APBN tahun 2017 dengan nilai alokasi sebesar Rp.929.135.000, dengan waktu pelaksanaan pembangunan 180 hari kalender.

Pelaksanaan fisik gedung dan anggaran sudah dikelola secara baik dan benar, demikian disampaikan Kepala Tukang, Musa Mesah. Saat ditemui awak media disela-sela kesibukannya Musa Mesah mengatakan, pekerjaan swakelola gedung SMPN tersebut suda sesuai dengan spesifikasi dan volume pekerjaannya.

“Beta kerja sesuai spec sonde kurang sedikit pun juga, karena beta merasa bahwa beta kerja untuk beta sendiri karena yang sekolah disini beta pung anak-anak semua”, ungkap Musa Mesah.

Mesah menjelaskan, pekerjaan fisik dan anggaran sudah mencapai 90 persen, menyisahkan pekerjaan finising yaitu lantai, pengecatan tembok, dan lain-lain. Diperkirakannya 10 persen lagi pekerjaan sudah rampung, dia menargetkan penyelesaian pekerjaan sampai pertengahan bulan desember.

“Kami targetkan minggu ketiga bulan ini, sudah bisa selesai dan serah terima kunci”, imbuh Musa Mesah.

Sementara itu, Kepala Desa Landu, Semuel Mesakh, yang ditemui di kediamannya, Jumat (1/12/2017) pukul 12:27 mengatakan, sangat berterima kasih dan bersyukur atas perhatian pemerintah pusat melalui pemerintah daerah yang sudah membangun SMPN Satap Landu.

“Sangat membantu anak-anak yang tamat SD, tidak lagi pergi ke seberang dan berpisah dengan orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, karena sekarang di pulau Landu sendiri sudah ada SMPN Satap”, kata Semuel Mesakh.

Kepala Sekolah SMPN Satap Landu, Daniel Feoh, S.Pd ketika ditemui di kediamannya di Desa Oehandi, kecamatan Rote Barat Daya Pukul 15:00 mengatakan,  ketika dirinya dipercayakan menjadi kepala sekolah, ia menerimanya dengan penuh tanggung jawab karena ini suatu amanah dan penghargaan yang dipercayakan pemerintah kepadanya.

Dirinya sebagai penanggung jawab dan pengelola pembangunan sekolah, dia laksanakan dengan penuh tanggung jawab sesuai petujuk dan mekanisme yang ada sehingga terbangunya SMPN Satap Landu yang tinggal 10 persen lagi akan rampung pengerjaannya.

“Kita harapkan ke depan SMPN Satap Landu juga bisa diperhatikan lagi oleh pemerintah, karena masih ada kekurangan seperti, ruangan laboratorium, perpustakaan dan juga mes guru”, kata Feoh.

Menurut Feoh, mes guru sangat dibutuhkan agar para guru yang bertugas disana tidak bolak-balik dari pulau Rote ke pulau Landu dalam menjalankan tugasnya tapi bisa menetap di pulau Landu.

Upaya pemerintah dalam membangun sumberdaya manusia melalui dunia pendidikan mulai nyata hadir di tengah masyarkat pulau Landu.

Impian masyarakat akan adanya fasilitas SMP di pulau terselatan kabupaten Rote Ndao telah terwujud dengan terbangunnya SMPN Satap Landu. Tiga tahun masa kepemimpinan presiden Jokowi membawa kebahagian tersendiri bagi masyarakat pulau Landu, khususnya anak-anak usia sekolah. (Tony Adang/RN)

Komentar