oleh

Putra Sumba Barat Daya Untuk NTT

Radarntt.co, Kupang- “Hidup Dalam Kesederhanaan Namun Tegar Dalam Prinsip”, demikian motto Agustinus Tamo Mbapa, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Periode 2012 – 2015 yang dipilih dalam Kongres Nasional Pemuda Katolik ke-XV di Pontianak pada 29 Juli – 1 Agustus 2012 lalu.

Gustaf – sapaannya –  lahir di Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 6 Juni 1973. Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Nusa Cendana, Kupang (1996) dan S2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia (2006) dengan tesis Dampak Sistem Pemilu 2004 Terhadap Perolehan Suara Calon Anggota Legislatif: Studi Kasus Daerah Pemilihan DKI II Jakarta.

Pada 2001 – 2005, ia bekerja di Forum Pemantau dan Pengamat Parlemen Indonesia (FORMAPPI) sebagai Koordinator   Hubungan  Parlemen dan Aspirasi. Gustaf menjadi Staf Ahli Fraksi Partai Demokrat DPR RI periode 2009-2014, Konsultan PT ACI Pupuk Organik (sejak 2009) dan PT. Monsi Global Nusantara.

Sebagai salah satu tokoh muda NTT yang berkiprah di level Nasional, Gustaf menggagas visi, “membangun karakter kepemimpinan muda” yang Bersih, Cerdas, Bermartabat, dan Mandiri. Untuk itu, beberapa misi yang ingin ia wujudkan, (1) Mengembangkan Pola Hidup Kaum Muda yang Beriman, Jujur, Konsisten dan Bertanggungjawab, (2) Menciptakan Kader Pemuda yang mampu bersaing di Tingkat Nasional, (3) Menjunjung tinggi Moralitas, Etika dan Budaya bangsa dan (4) Mengembangkan Jiwa Enterpreneur (Wira Usaha) melalui Usaha Kecil Menengah  dan Koperasi.

Gustaf, menitik beratkan agenda perjuangan politiknya bagi kemajuan NTT pada empat bidang fokus utama, yakni: Pendidikan, Pertanian Peternakan, Kelautan Perikanan dan Pariwisata. Menurutnya, kita mesti meletakan fondasi yang kuat di bidang pendidikan melalui fasilitasi dan advokasi yang kuat terhadap pendidikan usia dini (PAUD TKK) yang tersebar di pelosok-pelosok kampung dan desa, membangun kesadaran dan budaya bersekolah sejak anak-anak niscaya selanjutnya akan berjalan terus sampai pada tingkat tertinggi sesuai minat dan bakat anak.

Sedangkan, peningkatan ekonomi rakyat yang mayoritas hidup sebagai petani di pedesaan, Gustaf mengatakan, perlu ada sentuhan inovasi dan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas bidang Pertanian Peternakan, Kelautan Perikanan, adanya nilai tambah melalui teknologi pengolahan hasil. Selain itu, Pariwisata perlu kita dorong agar menjadi sektor yang memberikan dapak positif bagi peningkatan ekonomi rakyat melalui usaha penginapan, kuliner, transportasi dan kerajinan rakyat, pungkas Gustaf.

Pengalaman organisasinya antara lain, Sekretaris Divisi Pendidikan dan Pelatihan Pengurus Harian DPP Partai Demokrati periode 2010-2015 dan 2015-2020, Ketua Koalisi Rakyat Pemilih SBY-Boediono (2010 – 2014), Ketua Koperasi 1947 (2011 – 2015), Presidium Gerakan  Kemasyarakatan  Pengurus Pusat PMKRI (2002 – 2004), Pengurus  Komda Pemuda Katolik NTT (2003 – 2006), Ketua DPC PMKRI Cabang Kupang (1999 – 2000), Wakil Ketua  KMK –Undana,  Kupang (1997 – 1999),  Wakil Sekjen I DPC PMKRI Cabang Kupang (1997-1998), Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi  GPR MKS-Kupang (1995-1997) dan Ketua Umum  FK.GEMA Wona Kaka Kupang (1993-1995). Tahun 2004, Gustaf pernah mengikuti workshop Word Social Forum (WSF) di Mumbay, India dan pada 2008 ia menjadi Fasilitator Pelatihan Kepemimpinan Kader Partai Demokrat (PKKPD).

Gustaf juga aktif menulis. Beberapa publikasi hasil penelitiannya antara lain, Evaluasi DPR RI hasil Pemilu 1999 – bersama FORMAPPI – (Tahun 2000) dan Kajian RUU Partai Politik oleh FORMAPPI Tahun 2002. Selain itu ia juga menulis buku Lembaga Perwakilan Rakyat Republik  di Indonesia Studi dan Analisis Sebelum  dan Setelah Perubahan UUD 1945 (Kritik, Masalah dan Solusi) yang terbit atas kerja sama FORMAPPI dan AusAID (2005), Bunga Rampai Tulisan  Sumbangan Pemikiran Gerakan Cendikiawan Partai Demokrat (2005) dan Konsolidasi  Demokrasi Kompilasi hasil Workshop,Pertemuan Kerja Rutin dan Pertemuan Nasional Forum Politisi (2007-cet. Ke-2).

 Gustaf yang pernah ditugaskan sebagai pemantau Pemilu Legislatif di Thailand sebagai perwakilan dari  DPP Partai Demokrat pada 2008 juga pernah menulis di The Jakarta Post dan Majalah Forum Inovasi yang diterbitkan oleh FISIP UI dan di Majalah Awas! Parlemen.(*Yolf/RN)

Komentar