oleh

Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Kurbankan Putranya

-Nasional, News-1.864 views

RADARNTT, Jakarta— Setiap 10 Zulhijah, seluruh umat Muslim memperingati Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Dalam kalender masehi, Idul Adha 2017 ini jatuh pada Jumat (1/9/2017). Namun, tahukah Anda sejarah di balik Hari Raya Idul Adha?

Perayaan Idul Adha yang disambut sukacita oleh umat Islam, ternyata menyimpan kisah yang menyedihkan sekaligus menginspirasi. Idul Adha adalah hari untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim.

Awal-mula Idul Adha berangkat dari kisah Nabi Ibrahim yang kala itu diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail.

Kala itu, Allah mendatangi Nabi Ibrahim melalui mimpi yang terjadi berturut-turut. Dalam mimpi tersebut, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra semata wayangnya, Ismail yang masih berusia 7 tahun.

Ismail adalah putra kesayangan dan satu-satunya yang telah didambakan selama bertahun-tahun. Sama seperti ayahnya, Ismail adalah sosok yang penurut, patuh dan taat kepada orangtua dan Allah.

Mimpi Nabi Ibrahim yang merupakan wahyu dari Allah itu tentu membuatnya gundah gulana. Namun, saking cinta dan taatnya pada Allah, ia dengan lapang dada mau menyembelih anaknya.

Suatu hari, Nabi Ibrahim mendatangi Ismail untuk meyampaikan perintah Allah bahwa ia harus menyembelih putranya. Sungguh tak disangka, Ismail justru mengamini perintah dalam mimpi ayahnya tersebut.

Dirinya tidak merasa takut atau marah kepada ayah kandungnya. Hal tersebut dikarenakan mimpi itu merupakan wahyu dari Allah SWT.

Mendengar jawaban dari anaknya, Nabi Ibrahim pun terkejut. Ia tak menyangka anak kesayangannya itu begitu ikhlas untuk menerima perintah Allah SWT.

Namun, tak mudah bagi Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut. Pasalnya, setan terus menggoda dirinya agar membatalkan perintah itu. Tapi usaha setan gagal.

Begitu pula yang terjadi ketika setan menggoda Ismail, mereka juga mengalami kegagalan. Tidak ingin menyerah, setan kemudian menggoda isteri Nabi Ibrahim akan tetapi usaha tersebut pun tetap tak berhasil.

Tibalah waktu penyembelihan. Pada hari H, yakni tanggal 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim dan putranya pergi ke tanah lapang untuk menjalankan perintah Allah tersebut.

Nabi Ibrahim menyiapkan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Ismail tak merasa kesakitan ketika disembelih.

Ismail meminta sang ayah menutup mata agar tidak merasa iba ataupun ragu melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Namun, ketika nabi Ibrahim mulai menyembelih anaknya, pedang tersebut selalu terpental. Ismail kemudian berkata bahwa dirinya ingin tali pengikat yang ada di tangan dan kakinya dilepas. Hal itu dilakukan agar malaikat dapat menyaksikan bahwa ia taat kepada Allah SWT.

Peristiwa yang terjadi selanjutnya adalah peristiwa tradisional yang menjadi sejarah hari raya Idul Adha (Hari Raya Qurban) yaitu ketika nabi Ismail ditukar dengan seekor domba oleh Allah SWT.

Ada satu riwayat yang menyebutkan bahwa Malaikat Jibril-lah yang membawa domba serta menukarnya dengan Nabi Ismail. Pada saat itu, ditulisan bahwa semesta beserta isinya mengucapkan takbir demi mengagungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran yang dimiliki oleh Ismail dan Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah yang berat tersebut.

Sejak saat itulah, tanggal 10 Zulhijah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Penulis : Ning Triasih

 

Komentar