oleh

Sekeluarga Terduga Jaringan ISIS, Diberangkatkan  ke Mabes Polri

RADAR NTT, Denpasar – Setelah diperiksa secara marathon selama dua  hari di Polda Bali, kelima Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), akhirnya diterbangkan ke Jakarta pada, Kamis (26/1) sekitar pukul 11.40 Wita  dengan pengawalan ketat Densus 88 untuk dimintai keterangan di Mabes Polri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja menjelaskan, kelima WNI yang dideportasi dari Turki lantaran diduga hendak bergabung dengan jaringan ISIS  pada Selasa (24/1/2017) lalu merupakan satu keluarga yang terdiri dari lima  orang, yakni bapak, ibu dan tiga orang anaknya yang masih kecil.

Mereka berinisial TR (ayah) (40),NK(istri) (34) dan tiga orang anaknya NAA (13) perempuan, MSU (8) laki-laki dan MAU (6) laki-laki yang merupakan warga Cilincing, Jakarta Utara. Menurut Hengky, selama dua hari satu keluarga yang diduga hendak bergabung dengan jaringan ISIS ini telah diperiksa secara maraton di Polda Bali oleh Tim Khusus dengan dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88. Dari hasil pemeriksaan itu, terungkap mereka secara sadar dan tanpa paksaan memang hendak bergabung dengan jaringan ISIS di Suriah.

“Kronologisnya awalnya, satu keluarga ini berencana ke Turki untuk jadi anggota ISIS, di Turki hampir 3 bulan mereka tinggal berpindah-pindah dari apartemen satu ke apartemen yang lain,” jelasnya di Mapolda Bali, Kamis (26/1/2017). Selama di Turki, ujarnya mereka termonitor oleh petugas keamanan Turki kemudian ditangkap dan diperiksa selama satu minggu kemudian dideportasi dengan biaya sendiri.

Dari pengakuan mereka kepada polisi, mereka dengan kesadaran sendiri berniat untuk bergabung. Diketahui, secara latar belakang pendidikan mereka cukup tinggi, dimana TR suaminya menempuh pendidikan di Australia. Mereka juga memiliki cukup biaya untuk membawa keluarga ke Turki, dengan biaya sendiri.

“Pengakuan TR dia secara sadar memang ingin ikut berjihad atau gabung dengan jaringan ISIS. Dan dia ini komunikasi melalui telpon dan SMS dengan orang di Turki. Bahkan mereka disuruh lewat jalur Bangkok dulu,” ujarnya.

Saat ditanya mengapa mereka turun di Bandara Ngurah Rai, Hengky menegaskan mereka turun di Bali karena mereka mau berlibur. Seperti diberitakan, petugas Imigrasi Ngurah Rai mengamankan lima WNI yang diduga hendak gabung dengan ISIS. Mereka diamankan di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (24/1/2017) sekitar pukul 22.15 wita. Pihak Imigrasi kemudian menyerahkan lima WNI yang ternyata satu keluarga ini ke Polda Bali. (Rio/RN)

 

Komentar