oleh

Sidang Praperadilan, Jimi Ketua Minta Cabut Penyidikan

-Hukrim, Mabar, News-1.345 views

Foto: Pemeriksaan Setempat kasus dugaan korupsi Lando-Noa oleh hakim pengadilan Tipikor Kupang beberapa waktu lalu.

Labuan Bajo – Sidang perdana praperadilan Ketua Rajapati Yeremias atau Jimi ketua salah satu tersangka Proyek Jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2014 secara resmi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo. Jumad, (22/09/2017).

Sidang gugatan praperadilan Jimi Ketua melawan Kepolisian Resort (Polres) Mabar itu, dipimpin Hakim tunggal Muhammad Nur Ibrahim, SH.MH pada pukul 10:00 WITA.

Sebelumnya didaftar oleh Jimi Ketua melalui kuasa hukumnya, Anton Ali pada Kamis, 14 September 2017 lalu.

Kuasa Hukum Jimy Ketua, Anton Ali dalam permohonannya menyatakan hukum bahwa penetapan pemohon (Ketua Rajapati Yeremias) sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pekerjaan pemeliharaan jalan Lando-Noa tahun 2014 adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum.

Selain itu, menyatakan hukum bahwa surat perintah penyidikan Nomor: SP.Sidik/50/VIII/2017/Sat reskrim, tanggal 11 April 2017 yang menetapkan pemohon (Jimi Ketua red,) sebagai tersangka dugaan tindakan pidana korupsi pemeliharaan jalan Lando-Noa pada dinas PU Mabar tahun 2014 sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP adalah tidak sah dan tidak memiliki hukum tetap.

Tak hanya itu, Anton Ali dalam permohonannya memerintahkan termohon untuk menghentikan penyidikan berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor: SP.Sidik/50/VIII/2017/Sat reskrim, tanggal 11 April 2017 atas diri pemohon.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mabar, IPTU Dewa Ditya usai sidang kepada radarNTT.co mengatakan siap menghadap gugatan praperadilan dari tersangka Jimi Ketua.

“Sesuai skedul yang direncanakan hari ini pembacaan permohonan dari pemohon. Intinya minggu depan kami telah siap menghadapi gugatan itu”, kata Ditya.

Sidang lanjutan kata Ditya kembali digelar Senin, (25/09/2017) dengan agenda jawaban termohon atas permohonan pemohon.

Seperti diketahui, penyidik unit Tipikor Polres Mabar menetapkan Jimi Ketua sebagai tersangka pada Juni 2017 lalu.

Selain Jimi Ketua, Polisi juga telah menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mabar, Agus Tama dan Direktur PT.Sinar Lembor, Vinsen Tunggal sebagai Tersangka. (Mhen/rn)

Komentar

Jangan Lewatkan