oleh

Simak Pertemuan Kapolres Manggarai dan Warga Bondo Terkait Tambang Pasir

-Matim, News-1.233 views

Borong – Pasca penutupan lokasi tambang galian C di Bondo, Desa Watu Mori, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur dan sejumalah lokasi tambang lainnya di manggarai, sejak 18 Agustus 2017 lalu oleh Kapolres Manggarai. Menuai kecaman dari masyarakat, khususnya penambang dan pemilik galian C pasalnya penutupan itu dinilai sepihak sehingga sangat merugikan mereka.

Berbagai bentuk protes warga pun meramaikan media massa baik cetak maupun elektronik, meminta penjelasan Kapolres terkait motif penutupan tersebut. Sehingga lokasi galian C dapat beroperasi kembali.

Kapolres Manggarai AKBP Marselin Sarimin Karong, sebagai pihak yang diprotes warga tidak tinggal diam. Kapolres berupaya menjelaskan motifnya di media massa bahkan Ia menemui para warga penambang dan pemilik lokasi galian C.

Di Bondo, Desa Watu Mori, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, AKBP Marselis Sarimin Karong didepan para pemilik lokasi tambang menjelaskan, penutupan sejumlah lokasi tambang yang dilakukan pihaknya sama sekali tidak bermaksud untuk menyengsarakan masyarakat apalagi bermaksud untuk menghambat pembangunan.

Penutupan tersebut, kata Marselis, semata-mata untuk menegakkan aturan demi menyejahterakan kehidupan masyarakat pemilik tambang pasir yang selama ini tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah dan pengusaha.

“Saya ini bagian dari kalian, saya tidak ingin kalian dibodohi oleh orang lain. Saya mau kalian dihargai di mata pemerintah dan pengusaha. Kalian akan sejahtera jika semua ijin diurus”, kata Marselis.

Lebih lanjut Marselis menjelaskan, para penambang dan pemilik tambang pasir akan dibentuk satu wadah dalam bentuk koprasi. Hal itu jelas Marselis, agar harga pasir persatuan kubikasi harus sama diantara pemilik.

“Saya amati, harga pasir per kubikasi selalu berbeda antara yang satu dan yang lain. Sehingga kalau ada wadah koprasi, kalian sepakat harga jualnya. Selain itu, penjualannya pun merata setiap harinya. Tentu semua teknis diatur jika ijin dikantongi”, kata Marselis.

Antonius Jike, salah seorang warga pemilik tambang pasir di Bondo, mengaku senang dengan konsep yang di tawarkan Kapolres, menurutnya selama puluhan tahun mereka terkesan liar dalam proses penjualan.

“Konsep yang ditawarkan Kapolres ini, angin segar bagi kami. Selama ini harga jual kami tidak terjangkau dengan baik, jual sesuai dengan kemauan pemilik”, kata Antonius.

Menurutnya, langkah Kapolres menutup galian C ternyata membawa angin segar bagi perekonomian pemilik tambang pasir. Meski demikian kata Antonius, pihaknya merasa kecewa terhadap Kapolisian karena tidak ada sosialisasi sebelum penutupan itu dilakukan.

“Ternyata ada nilai plusnya bagi kami. Kalau niatnya seperti ini, Kapolres mestinya bersosialisasi terlebih dahulu kepada kami”, tuturnya.

Untuk diketahui, Kapolres Manggarai AKBP Marselis Sarimin Karong bersama masyarakat pemilik tambang pasir Bondo melakukan dengar pendapat mencari solusi terkait tambang pasir di Manggarai timur. Selaa, (05/09/2017). (Mhen).

 

Komentar

Jangan Lewatkan